Rawan Boraks dan Zat Berbahaya, Ini Tips Membeli Takjil dari Dinas Kesehatan

Kamis, 15 April 2021 16:38

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Makassar, Andi Khadijah Iriani

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Takjil atau jajanan buka puasa kini banyak diperjualbelikan di pasar. Namun, masyarakat harus jeli membeli. Tidak semua aman.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Makassar, Andi Khadijah Iriani mengungkapkan, jajanan di pasar bisa saja mengandung boraks atau zat berbahaya seperti pewarna tekstil.

Untuk itu, Iriani menyebutkan, ada beberapa cara untuk membedakan makanan yang mengandung boraks atau zat berbahaya lainnya. Seperti warna yang mencolok harus diwaspadai..

“Biasanya yang warnanya tidak terlalu terang, itu malah yang alami. Misalnya cendol yang warnanya hijau pandan,” ujarnya Kamis (15/4/2021)

Iriani juga menuturkan agar masyarakat lihai melihat jajanan yang dijual. Jangan .udah tergiur dengan harga murah.

“Artinya begini, masyarakat juga harus lihai melihat. Jika ada makanan yang warnanya terlalu mencolok, itu harus diwaspadai,”tuturnya.

Selain itu, Dinas Kesehatan juga rutin turun mengecek kandungan di makanan yang diperjualbelikan di pasar. Apakah aman atau justru membahayakan masyarakat

Salah satu contohnya di Pasar Terong kemarin. Diskes Makassar bersama BPOM melakukan tes pada takjil yang dijajakan. Hasilnya tidak ada satupun yang terbukti mengandung boraks maupun zat berbahaya. (ikbal/fajar)

Komentar