Reshuffle Kabinet, HMPI Rekomendasikan Abdul Mu’ti Gantikan Nadiem Makarim jadi Mendikbud

Kamis, 15 April 2021 05:09

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti (dok Twitter)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Wacana reshuffle kabinet semakin hangat sekaitan dengan rencana peleburan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) serta dibentuknya Kementerian Investasi.

Himpunan mahasiswa pascasarjana indonesia (HMPI) menilai ada plus minusnya. Plusnya adalah pendidikan itu memang sudah jelas memiliki tingkatan dari Pendidikan usia dini sampai Pendidikan tinggi.

“Jadi sangat mengherankan jika Jokowi memisahkan ruh pendidikan sekolah dengan pendidikan tinggi. Kurikulum itu harus berkelanjutan, bukan malah memidahkan badan dengan kepala,” kata Ketua Umum HMPI, Andi Fajar Asti melalui rilisnya kepada Fajar.co.id, Kamis (15/4/2021).

Namun demikian, HMPI berharap merger kementerian kemendikbud dan pendidikan tinggi harus berbarengan dengan reshuffle “nahkoda menteri”.

“Nadiem Makarim harus legowo melepas jabatan menteri karena kewalahan mengelola pendidikan dan Jokowi harus memaksa muhammadiyah menghibahkan kader terbaiknya,” jelasnya.

HMPI pun merekomendasikan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Prof. Abdul Mu’ti yang sebelumnya menolak jadi wakil mendikbud sebagai menteri pendidikan dan kebudayaan periode 2021 – 2024 untuk memperpaiki kembali sistem pengelolaan pendidikan yang lebih berkemajuan.

“Pendidikan kita sama sekali jalan di tempat karena sosok nadiem makarim tidak memiliki visi besar dan bahkan mengalami penurunan kualitas,” sebut lulusan doktor UNJ itu.

Berdasarkan sumber Global Talent Competitiveness Index (GTCI), Di ASEAN, Singapura menempati peringkat pertama dengan skor 77,27.

Komentar