Rumah Kayu Bercat Biru jadi Saksi Bisu Penembakan Terduga Teroris di Makassar

Kamis, 15 April 2021 20:26

Rumah terduga teroris MT di Makassar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Terik panas matahari kian terasa. Namun itu tak menghalangi langkah Tim Densus 88 Antiterormenggrebek rumah di Jalan Mannuruki, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Kamis (15/4/2021).

Rumah kayu berlantai dua dengan dinding seng warna biru itu menjadi saksi bisu, sang penghuni rumah berinisial MT tewas ditembak oleh pasukan antiteror tersebut.

Semak belukar dan pohon yang rimbun juga ikut menjadi saksi penggrebekan, penangkapan, hingga penembakan terduga teroris MT terjadi di rumah sederhana itu.

MT tewas setelah anggota Densus 88 melepaskan tembakan ke arah lelaki berusia 41 tahun itu hingga tewas terkapar. Linangan darah pun bercucuran deras akibat sebuah proyektil peluru bersarang di tubuhnya.

Dalam foto yang diterima, tampak rumah milik terduga teroris MT berdiri di antara semak belukar dan pepohonan nan hijau. Sehelai plastik bertuliskan ‘Garis Polisi’.

Itu menjadi pertanda bagi warga agar tak memasuki rumah yang menjadi lokasi penembakan terduga teroris MT, oleh Densus 88 Antiteror Mabes Polri.

Sejumlah aparat kepolisian pun berjaga – jaga pasca peristiwa pertumpahan darah itu terjadi, di hari ketiga bulan suci ramadan 1442 hijriyah ini.

Diketahui, MT merupakan terduga teroris yang merupakan berasal dari Kelompok Jemaah Asharut Daurah (JAD), yang berafiliasi dengan ISIS.

Saat akan ditangkap Densus 88, MT melakukan perlawanan. Dia langsung datang dan membawa dua bilah parang yang siap dihunuskan ke arah petugas.

“MT melakukan perlawanan agresif dengan menggunakan parang yang panjang, dua parang dipakai di tangan kiri dan kanan lalu menyerang membabi buta dan petugas coba beri peringatan namun tdk dihiraukan dan terpaksa diambil tindakan tegas terukur hingga meninggal di RS,” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Endra Zulpan.

Perwira polisi tiga melati ini memastikan, MT merupakan berasal dari kelompok yang sama dengan dua pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar pada 28 Maret 2021 lalu, yakni Jemaah Asharut Daurah (JAD) yang berafiliasi dengan ISIS.

“Dia jaringan yang sama dengan bom bunuh diri Katedral dan kelompok Villa Mutiara yang masuk JAD berafiliasi dengan ISIS,” tambah Kombes Zulpan, kepada via telepon.

Selain MT, Densus 88 juga menahan istri dan anak terduga teroris itu. Ia diperiksa soal keterkaitan atau tidaknya dua orang ini terkait paham radikalisme.

“Keluarganya ada dibawa diambil keterangan nya. Tapi gak terkait. Ada empat atau lima orang. Iya (istri dan anak) sudah dibawa ke Bhayangkara,” tambahnya. (Ishak/fajar)

Bagikan berita ini:
5
5
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar