Sebut Ada Persaingan Individual Antara Megawati dan Jokowi, Rocky Gerung: Berantakan

Kamis, 15 April 2021 11:06

Jokowi dan Megawati. (int)

FAJAR.CO.ID — Pengamat politik, Rocky Gerung, menilai, hubungan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, dengan Presiden Jokowi memendam persaingan individual.

Hal tersebut diungkapkan Rocky Gerung dalam tayangan video yang diunggah di kanal Youtube Rocky Gerung Official.

Awalnya, Rocky Gerung membahas soal pembubaran Kemenristek. Dia menyebut Jokowi sebagai seorang petugas partai. Keputusan pembubaran Kemenristek ini, menurut Rocky merupakan pesanan dari partai.

“Presiden itu memang petugas partai. Kalau pemilik partai bilang saya tidak suka dengan orang itu, ya dia mesti tunduk akhirnya,” kata Rocky Gerung, Rabu (14/4/2021).

Mantan dosen filsafat Universitas Indonesia ini menilai yang harusnya diganti adalah Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly. Bukan meleburkan Kemenristek.

“Bagaimana mungkin presiden menandatangani suatu keputusan pembentukan sebuah lembaga dan tidak mau diundangkan? Kan mestinya yang bukan diganti Bambang Brodjonegoro, yang diganti Menkumham karena dia menantang presiden?” ungkap Rocky Gerung.

Menurut Rocky Gerung, pembubaran Kemenristek ini ia ibaratkan seperti pembagian kue. Kue tersebut diibaratkan seperti departemen yang telah habis dibagikan.

“Nggak ada lagi kan kue besar mau dibagikan, semua departemen sudah dibagi habis. Jadi caranya ada dibubarin supaya bisa diganti,” jelasnya.

Rocky Gerung membeberkan bahwa hal ini sudah terlihat sejak awal ketika Kemenkumham tidak mengesahkan dan mengundang-undangkan Perpres soal BRIN.

Bagikan berita ini:
8
4
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar