Aksi KKB Papua Makin Sadis, Wakil Ketua MPR Minta Pemerintah Evaluasi Kebijakan Dana Otsus

Jumat, 16 April 2021 15:50

KKB Papua.

FAJAR.CO.ID — Rasa duka mendalam dan sangat prihatin serta menyesalkan terjadinya teror dan kekerasan disampaikan Wakil Ketua MPR dari Fraksi Partai Demokrat, Syarief Hasan.

Bahkan aksi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua itu sudah sampai aksi pembunuhan sadis dan belum juga berakhir sampai saat ini.

Kejadian terbaru pada Rabu (14 April 2021), guru, tukang ojek dan rumah Anggota DPRD setempat menjadi korban. Tentu tindak kekerasan ini tidak dapat ditolerir lagi.

Syarief Hasan juga meminta kepada pemerintah untuk melakukan tindakan tegas sekaligus mengevaluasi kebijakan penanganan KKB di Papua.

“Sudah saatnya pemerintah memikirkan berbagai skenario kebijakan yang extraordinary menyikapi aksi keji KKB yang tidak kunjung berakhir ini. Alokasi dana otonomi khusus (dana otsus) yang mencapai Rp127 Triliun hingga tahun 2020, ada hal-hal tertentu yang mesti dievaluasi menyikapi persoalan di Papua,” ujar Syarief Hasan.

Syarief Hasan juga menilai pendekatan ekonomi melalui instrumen dana otsus sepertinya belum mencapai hasil yang optimal. Walaupun alokasi dana otsus setiap tahunnya terus mengalami peningkatan, namun juga belum menunjukkan hasil yang optimal.

“Indeks pembangunan manusia yang rendah dan kemiskinan yang tinggi tentu menimbulkan pertanyaan sejauh mana efektivitas pendekatan dana otsus ini?” tegas tanya Syarief.

Oleh karena itu, Syarief menilai pemerintah perlu mengevaluasi kebijakannya secara lebih menyeluruh. Apakah pemerintah di samping akan tetap menggunakan instrumen ekonomi, dan melakukan tindakan tegas atas kondisi ketertiban masyarakat dan keamanan akibat perbuatan teror dan keji oleh kelompok-kriminal bersenjata terhadap Rakyat di Papua.

Bagikan:

Komentar