Gatut Nusantara

Jumat, 16 April 2021 09:00

Disway

Kecuali tim VakNus menyatakan akan menuruti keinginan BPOM tersebut. Maka tim VakNus harus terus berada di jalur BPOM.

Tapi kelihatannya tim VakNus sudah merasa di luar BPOM.

Lalu, sebagai ilmuwan yang yakin imunitas pada Covid-19 bisa juga dihasilkan lewat sel dendritik mereka tidak mau patah semangat. Khas dokter Terawan. Tidak mudah menyerah seperti tim Putra Petir –khususnya saya.

Dugaan saya: tim VakNus itu terus cari akal. Agar –seperti parikan Jawa– ”Purwodadi kuthane, sing dadi nyatane”.

Mereka tetap ingin membuktikan bahwa VakNus juga ampuh. Di luar BPOM.

Maka ditemukanlah ”ibu kandungnya” sendiri: RSPAD Gatot Subroto. Rumah sakit TNI Angkatan Darat itu saya anggap ”ibu kandung” bayi VakNus. Itu karena RSPAD sudah lama mendalami sel dendritik –sehingga bisa kawin dengan ahli dendritik Amerika. Juga, sudah lama pula RSPAD mengoperasikan terapi cell cure –yang juga kontroversial.

Saya anggap ilmuwan Amerika itu adalah ”bapak” bayi VakNus .

Kini sang ”ayah” sudah pulang ke Amerika. Tidak ada lagi uji coba fase II –ala BPOM. Bayi itu harus digugurkan.

Tapi sang ibu tidak mau menggugurkannya. Dia mencari sendiri tempat melahirkan.

Tentu tidak bisa lagi melahirkan di rumah sakit umum. Di situ akan ditanya: mana izin melahirkannya.

Bagikan berita ini:
6
2
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar