Korupsi Menggurita, Sejarawan: Kalau Indonesia tidak Bubar, Paling tidak jadi Negara Dagang

Jumat, 16 April 2021 09:20

Anhar Gonggong

FAJAR.CO.ID — Korupsi di Indonesia menggurita. Muncul kemudian pertanyaan, bagaimana Indonesia kedepannya?

Jika belajar dari sejarah, bubarnya Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) yang berkuasa di Nusantara selama kurang lebih dua abad ini disebabkan salah satunya karena korupsi.

Sejarawan Indonesia, Anhar Gonggong ikut prihatin dengan perkembangan korupsi di Indonesia yang menurutnya saat ini lebih terbuka.

Anhar mencoba memprediksi kemungkinan yang bakal terjadi di Indonesia setelah mempelajari teori tentang korupsi dan sejarahnya.

“Kalau kita tidak hati-hati dengan gejala dimana korupsi seperti itu, kalau Indonesia tidak bubar, paling tidak Indonesia akan menjadi negara dagang,” kata Anhar, dikutip Fajar.co.id dari channel youtubenya, Jumat, (16/4/2021).

Ia menjelaskan maksud dari pernyataannya itu yakni Indonesia bisa jadi tidak akan bubar. Tapi keberadaannya seolah tidak ada artinya.

Menurutnya ada dua hal yang ada dalam jiwa koruptor. Pertama tidak menghargai dirinya. Kedua, tidak tahu bersyukur.

“Bayangkan, apa yang kurang dari menteri. Gajinya 170 juta kalau tidak salah per bulan. Semua fasilitas dilengkapi. Kencing aja dibayar negara,” bebernya. (selfi/fajar)

Bagikan:

Komentar