Meski Warung Makan Dipaksa Tutup dan Maksiat Diberantas, Puasa Tak Akan Syahdu Jika ….

Jumat, 16 April 2021 17:34

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kontroversi larangan beroperasinya restoran, rumah makan, warung nasi, dan kafe berjualan pada siang hari selama bulan Ramadan menuai sorotan tajam dari berbagai elemen masyarakat.

Cendekiawan muslim, Nadirsyah Hosen menyebut, jika seorang muslim berpuasa dengan nafsu maupun amarah, kesyahduan puasa tak akan bisa diraih meski semua warung dipaksa tutup dan semua maksiay diberantas.

Ia mengatakan, puasa sejatinya mengajari seseorang mengendalikan hawa nafsu.

“Kamu nggak bisa puasa dengan syahdu meski semua warung kamu paksa tutup dan semua maksiat kamu berantas. Soalnya kamu pakai nafsu-amarah. Padahal puasa mengajari kita untuk mengendalikan diri,” tekan Gus Nadir, sapaan akrabnya, dikutip dari laman Twitternya, Jumat (16/4/2021).

Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) itu lalu menegaskan, jika nafsu telah dikendalikan, kemudian pandanglah mereka yang tak berpuasa dengan pandangan cinta.

“Pandanglah mereka yg tak berpuasa dg pandangan cinta. ‘Makanlah, kami gak apa-apa kok’,” paparnya.

Ia mencontohkan, seekor unta pun kuat tidak makan dan minum. Bukan hanya sehari bahkan berbulan-bulan. Jika manusia beriman puasa hanya dengan menahan lapar dan haus, maka dia tak ubahnya seperti unta.

“Kalau kuat nahan lapar dan haus, unta jauh lebih kuat berbulan-bulan gak makan,” tegas Gus Nadir.

“Kalau cuma nahan gak nge-sex di siang hari, lebah madu aja bisa bereproduksi tanpa ML,” tukasnya lebih lanjut.

Bagikan berita ini:
4
1
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar