Nekat Jual Takjil dengan Zat Berbahaya, Pedagang Terancam Sanksi Pidana

Jumat, 16 April 2021 15:15

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Makassar, Andi Khadijah Iriani

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pedagang takjil di pasar harus memastikan dagangannya bebas boraks dan zat berbahaya lainnya. Jika nekat, sanksi menanti.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Makassar, Andi Khadijah Iriani mengatakan, penjual nakal yang mencampur dagangannya dengan boraks atau pewarna makanan akan dicabut izin usahanya.

Selain itu, sanksi yang paling berat bisa berupa sanksi pidana. Pasalnya, merugikan orang lain.

“Sanksinya sendiri seperti pencabutan izin usaha, sampai kepada sanksi pidana,”ujar Iriani, Jumat (16/4/2021).

Menurut Iriani, zat pewarna tekstil banyak digunakan untuk mengawetkan makanan atau takjil yang dijual di pasar. Jika dikonsumsi terus menerus bakal membahayakan kesehatan.

“Hasilnya tidak sekarang tidak dirasakan. Tetapi jika menumpuk terus menerus akan berbahaya suatu saat nanti,”ucapnya.

Ia pun mengimbau agar para pedagang pasar, mematuhi aturan yang telah ditetapkan, dan memastikan mereka paham terhadap zat yang tidak boleh dikonsumsi masyarakat.

“Sebenarnya tanpa bahan pengawet sekalipun, jika makanan itu benar benar steril, itu tidak akan muda basi,”bebernya.

Sejauh ini, Kata Iriani, pihaknya belum menemukan pedagang nakal yang mencampur dagangannya dengan zat pewarna atau boraks. Hal itu setelah Diskes Makassar bersama BPOM melakukan sidak di Pasar Terong beberapa hari lalu.

“Dua tahun lalu pernah kita dapatkan, tapi kita lalu melakukan pembinaan, jadi sepertinya mereka sudah mulai sadar yah,” pungkas Kepala Bappeda ini. (ikbal/fajar)

Komentar