Tanggapi Pernyataan Abdullah Hehamahua, MUI: Jokowi Itu Islam, Tidak Pantas Disamakan dengan Fir’aun

Jumat, 16 April 2021 09:10

Anwar Abbas (Istimewa)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Majelis Ulama Indonesia (MUI) ikut menanggapi pernyataan mantan penasihat Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Abdullah Hehamahua yang mengaku bertemu Presiden Jokowi di Istana Negara seperti Nabi Musa yang bertemu dengan Fir’aun.

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengatakan analogi Hehamahua tidak pantas menyamai Presiden Jokowi dengan Fir’aun. Sebab Jokowi beragama Islam.

“Bahkan sangat-sangat tidak tepat. Musa itu nabi dan yang ketemu dengan Jokowi itu bukan nabi,” kata Anwar Abbas, Kamis (15/4).

“Jokowi itu orang Islam percaya kepada Allah SWT . Beliau salat dan bayar zakat serta percaya kepada hari akhir. Firaun tidak,” sambung Anwar.

Anwar Abbas melihat pertemuan itu hanya dilakukan oleh kelompok masyarakat dengan pemerintah. Bukan malah merasa diri seperti Nabi Musa bertemu Fir’aun.

“Atau antara beberapa orang Islam yang datang bertamu kepada orang lain yang ditemui yang juga beragama Islam,” cetus Anwar.

Sebelumnya, diberitakan FIN, Abdullah Hehamahua mengisahkan dirinya yang tergabung dalam Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3), enam laskar Front Pembela Islam (FPI), saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara.

Pertemuan itu guna membahas kematian penembakan 6 laskar FPI yang tewas tertembak Polisi. Pertemuan digelar pada 9 Maret 2021 lalu.

Dia mengatakan bahwa pertemuan itu seperti Nabi Musa yang mendatangi langsung di hadapan Fir’aun untuk menyampaikan kebenaran.

Komentar