TMII Bakal Dikelola Indonesia Tourism Development Corporation atau PT Taman Wisata Candi

Jumat, 16 April 2021 19:09

Pratikno menyatakan, transisi pengelolaan TMII dari Yayasan Harapan Kita ke Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg)...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Taman Mini Indonesia Indah (TMII) telah resmi dikelola melalui kerja sama Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pariwisata.

Direktur Barang Milik Negara (BMN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Encep Sudarwan mengatakan, kemungkinan besar perusahaan pelat merah sektor pariwisata yang akan mengurus TMII, yaitu ITDC (Indonesia Tourism Development Corporation) atau PT Taman Wisata Candi (TWC).

“Saya belum terima resmi proposalnya dari Setneg, tapi setidaknya antara itu, mungkin TWC,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (16/5).

Encep menjelaskan, pengelolaan TMII nantinya diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan negara dengan skema bagi hasil. Kerja sama akan menjadi BMN setelah 30 tahun.

“Itu yang akan diperoleh negara dari segi financialnya ya yang tadi saya bilang kontribusi tetap. Profit sharing sama akhir kerja sama menjadi BMN,” jelasnya.

Namun, BUMN terpilih mengelola TMII, diharapkan merupakan perusahaan yang kuat dari segi keuangan, sehingga tak perlu Penyertaan Modal Negara (PMN). Justru bagaimana agar bisa menghasilkan pendapatan untuk negara.

“Yang penting BUMN ini yang qualified, yang kuat untuk mengelola TMII,” ucapnya.

Sebagai informasi, taman di kawasan Jakarta Timur itu memiliki 6 Nomor Urut Pembelian (NUP) tanah senilai Rp 20,5 triliun. Bangunan yang masih perlu diinventarisasi di sana ada 10 kementerian/lembaga (K/L), 31 anjungan milik Pemerintah Daerah (Pemda), 12 mitra dan 18 badan pengelola TMII. Saat ini sedang dilakukan audit keseluruhan dalam waktu 3 bulan sebelum transisi pengelolaan.

“Jadi, TMII ini bukan hanya financial economic saja, tapi juga non-financial misalnya gimana masyarakat bisa menikmati pendidikan, kebudayaan, pariwisata, jadi aspek-aspek non financial pun akan kita kaji, itu juga kan manfaat buat negara,” pungkasnya. (jpg/fajar)

Bagikan berita ini:
6
1
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar