Cerita Kasmawati, Kapolsek Tangguh yang Pernah Urus Jenazah Korban Bencana

Sabtu, 17 April 2021 13:37

AKP Kasmawati

FAJAR.CO.ID, GOWA – Tiga tahun lebih dua bulan lamanya, AKP Kasmawati menjabat sebagai Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) di dua wilayah berbeda dataran tinggi Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang sangat rawan terjadi longsor.

Pertama di Polsek Manuju sejak sekitar tahun 2017. Kemudian dia dimutasi lagi sebagai Kapolsek Parangloe sejak awal tahun 2020.

Kini perwira polisi berpangkat tiga balok ini kembali dimutasi sebagai Paur III SPKT Polda Sulsel, sesuai dengan surat Telegram dengan nomor STR/206/IV/KEP./2021 tanggal 13 April 2021.

Meski kelak ia tak lagi menjabat sebagai Kapolsek yang bertugas di daerah pegunungan, namun mutasi itu menyisakan cerita dari dalam benak perempuan kelahiran Limbung, 1 Juni 1977 ini.

Cerita Kasmawati dimulai saat dia menjabat sebagai Kapolsek Manuju sejak tahun 2017. Saat peristiwa longsor menghantam pada awal 2019 lalu sekaligus cerita yang paling ia ingat paling berkesan.

Dia dan jajarannya terpaksa bekerja di luar tugasnya sebagai polisi, yang seharusnya, secara umum, hanya mengamankan distribusi logistik di lokasi pengungsian.

“Kami juga biasa harus kafani korban meninggal yang telah membusuk. Tak ada lagi warga yang mau mendekat karena aromanya itu. Terpaksa kami dan Tim DVI Polda Sulsel yang harus melakukan itu,” katanya saat berbincang santai kepada jurnalis Fajar.co.id, Sabtu (17/4/2021).

Komentar