Di Kantor PSI, KPK: Tidak Ada Jaminan Orang Tidak Korupsi

Sabtu, 17 April 2021 07:02

ILUSTRASI: Gedung KPK (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)

“Kenapa Parpol? Alasannya parpol sebagai pencetak pemimpin bangsa atau penentu kebijakan, pembuat undang-undang dan mewakili suara rakyat. Untuk itu bagaimana kita membentuk atau mengawal agar parpol yang ada sekarang ini menjadi parpol yang antikorupsi,” ujar Wawan.

KPK berharap PSI berkomitmen mengisi Tools of Assessment (ToA) yang ada dalam SIPP. Caranya, partai membentuk satu tim yang terdiri atas minimal lima orang, sesuai dengan jumlah komponen ToA, yang bertugas untuk mengisi ToA. Salah satu dari anggota tim tersebut, pinta Wawan, ditunjuk sebagai narahubung KPK.

Sementara itu, Ketua DPP PSI Isyana Bagoes Oka menyampaikan, pendidikan antikorupai menjadi salah satu yang utama, PSI terus mengingatkan kader-kadernya akan nilai-nilai dasar integritas. PSI juga berupaya mengubah persepsi masyarakat yang kurang baik terhadap parpol.

Menurutnya, politik merupakan sesuatu yang mulia apabila berada di tangan orang-orang yang tepat.

“Salah satu yang kami lakukan untuk kaderisasi adalah dengan membuat sekolah kader solidaritas Indonesia. Berhubung pandemi, kami menyiapkannya secara online. Saat ini sudah selesai angkatan pertama. Ke depan, kami juga menyiapkan kader-kader kami untuk menjadi anggota legislatif ataupun staf ahli anggota legislatif,” pungkas Isyana.

Bagikan berita ini:
4
2
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar