Empat Proyek Siluman di Dinas PUTR Disetop, Ditandatangani Tersangka KPK

Sabtu, 17 April 2021 12:04

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Pembangunan empat paket jalan dilakukan ugal-ugalan. Sudah dikerjakan, tetapi ternyata tidak ada di dalam Daftar Pelaksanaan Anggaran (DPA) APBD 2020 Sulsel.

Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulsel telah membuat kontrak diam-diam. Salah satunya, pembangunan jalan ke Kawasan Pucak, Kecamatan Tompolobulu, Maros. Tidak melalui persetujuan dan pengesahan APBD Sulsel.

Perbaikan jalan memang telah dilaksanakan dengan anggaran Rp38,5 miliar sepanjang 5,8 kilometer. Namun, pekerjaan belum tuntas, sehingga pelaksanaannya menyeberang ke 2021.

Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah sempat beberapa kali memantau kondisi perbaikan jalan di Pucak. Bahkan, sempat memantau bersama Sekretaris Dinas PUTR Sulsel Edy Rahmat, dua hari sebelum ditangkap KPK, Sabtu, 27 Februari.

Baik Nurdin maupun Edy Rahmat kini sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK untuk pembangunan infrastruktur di Sulsel.

Pembenahan kawasan Pucak Maros memang menjadi agenda Nurdin Abdullah. Ketika akhir pekan, dia kerap menyempatkan waktu untuk berkunjung hingga menanam pohon di kawasan itu. Sekaligus berwisata.

Anggaran sebesar Rp19 miliar juga sempat dialokasikan untuk pengembangannya tahun ini. Namun, anggaranya terdampak refocusing, sehingga proyek tersebut batal dilakukan tahun ini.

Ugal-ugalan pelaksanaan proyek ini membuat Pemprov Sulsel, mendapat peringatan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sulsel. Adanya temuan proyek yang tak tercantum dalam DPA APBD 2020 membuat Plt Gubernur Sulsel Sudirman Sulaiman menghentikan jalannya empat proyek itu.

Komentar