Jokowi Undang Investor Dunia ke IKN Baru, Yan Harahap: Nafsu Besar, Tenaga Kurang

Sabtu, 17 April 2021 10:45
Belum ada gambar

Yan Harahap. (Twitter)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Ajakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada seluruh negara di dunia untuk menanamkan investasi di Ibu Kota Negara (IKN) baru menuai beragam tanggapan.

Salah satunya datang dari kader Partai Demokrat, Yan Harahap. Menurutnya, ajakan tersebut membukti bahwa ambisi pemerintah sangat besar untuk membangun IKN di Kalimantan Timur.

“‘Nafsu besar, tenaga kurang’. Ingin ‘terlihat hebat’, kemampuan terbatas, maka asing pun diundang untuk memenuhi ‘ambisi mercu suar’ ini,” kata Yan dikutip Fajar.co.id di akun Twitternya, Sabtu (17/4/2021).

Tak sampai di situ, Yan menyebut dengan banyaknya investor yang masuk ke Indonesia membuat Tenaga Kerja Asing (TKA) juga mengalir masuk.

“Rakyat pun ‘serasa numpang’ di negeri sendiri,” ungkap Deputi Balitbang DPP Demokrat itu.

Sebelumnya, Jokowi mengundang seluruh negara di dunia untuk menanamkan investasi di ibu kota negara baru. Hal itu diungkapkan saat jadi pembicara kunci di forum internasional bertajuk Abu Dhabi Sustainability Week (ADSW).

Forum tersebut digelar di Abu Dhabi National Exhibition Center (ADNEC), Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) pada Senin (13/1).

Ia ingin ibu kota baru tak hanya mendapat kucuran dana dari investor asing namun juga teknologi terbaik dari berbagai negara di dunia.

“Di ibu kota negara baru, kami mengundang dunia untuk membawa teknologi terbaik, inovasi terbaik, dan kearifan terbaik,” ujar Jokowi dalam pidatonya.

Kepala negara mengatakan investasi di ibu kota baru akan menarik bagi investor asing karena Indonesia ingin kawasan pemerintahan itu dibangun dengan teknologi mutakhir.

Selain itu, ia ingin ibu kota baru juga menjadi wadah dari perkembangan inovasi dan kreativitas, namun tetap ramah lingkungan bagi masyarakat.

Menurutnya, pembangunan ibu kota baru akan menjadi proyek yang menarik bagi investor karena akan berpopulasi sekitar 6 juta sampai 7 juta orang.

Angka ini berasal dari estimasi Pegawai Negeri Sipil (PNS) mencapai 1,4 juta orang ditambah anggota keluarga yang ikut diboyong mereka.(msn-int/fajar)

Bagikan berita ini:
4
8
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar