Ormas Islam dan Pemuda “Gagal” Cegah Radikalisme

Sabtu, 17 April 2021 21:38

Suasana diskusi.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR —  Masih maraknya tindak radikalisme berujung terorisme di Sulsel menjadi perhatian sejumlah pihak. Di antaranya karena ormas Islam dan pemuda dinilai gagal melakukan pencegahan.

Pakar Politik dan Kebangsaan, Dr Arqam Azikin menyampaikan kegagalan ormas dan OKP saat ini karena hanya melakukan kaderisasi secara internal.

“IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) ataupun KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) jangan hanya lakukan kaderisasi di internalnya. Rangkul semua elemen masyarakat,” kata Arqam dalam diskusi radikalisme yang KAMMI Makassar, Sabtu, 17 April 2021.

Menurutnya, radikalisme itu sudah sejak lama dibahas. Bisa jika pemahaman agamanya sepotong sepotong, bisa karena ekonomi hingga soal ketidakadilan. Karenanya, organisasi pemuda NU dan Muhammadiyah seharusnya keluar dan tidak hanya melakukan kaderisasi secara internal. “Kalau begitu, berarti masih eksklusif dong ormas ini,” katanya.

Termasuk menurutnya peran Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang jangan hanya merangkul NU atau Muhammadiyah diyakini kadernya tidak mungkin melakukan tindak terorisme. “Tetapi rangkul itu ormas yang berpotensi, ada benih pemahaman yang keliru,” bebernya.

Ketua Forum Komunikasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulsel, Dr Muammar Bakri, mengulas langkah yang dilakukan FKPT dengan memproteksi radikalisme agar tidak terlalu menyimpang. “Kegiatan FKPT lebih pada pencegahan agar kegiatan masyarakat tidak lagi terserang virus radikal,” ujar Muammar.

Ketua Perhimpunan Ummat Budha, Yongris, juga bicara soal agama dalam konteks perdamaian dan rahmat bagi sesama. Menurut Yongris, hal ini terjadi karena pemahaman agama yang salah. 

Bagikan:

Komentar