Tiga Waktu yang Tepat Berolahraga saat Puasa

Sabtu, 17 April 2021 13:01

Ilustrasi warga berolahraga dengan bersepeda (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Berpuasa bukan halangan menjaga kebugaran melalui latihan fisik maupun berolahraga. Namun, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan yakni pemilihan waktu dan durasi.

Dokter spesialis kedokteran olahraga dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Andhika Raspati menyarankan tiga pilihan waktu untuk berolahraga di bulan puasa.

Yakni, setelah sahur, sebelum dan sesudah berbuka puasa. Melakukan latihan fisik atau berolahraga setelah sahur bisa menguntungkan. Karena cadangan karbohidrat masih tinggi.

Namun, ingatlah, semakin lama durasi berpuasa maka semakin turun cadangan ini. Belum lagi ditambah dengan berolahraga yang membutuhkan energi secara cepat.

Karena itu, sebaiknya pertimbangkan durasi dan intensitas latihan. Usahakan tidak melakukan latihan dengan intensitas tinggi yang membuat tubuh terlalu banyak mengeluarkan keringat.

Bisa melakukan jogging, jalan kaki, bersepeda, berenang atau bermain sepakbola dan sebagainya.

“Kalau bablas, terlalu semangat, banyak berkeringat, bisa dehidrasi sepanjang hati. Latihan jam 7 pagi misalnya, tiba-tiba keringatan banyak menunggu jam 18.00 lama. Hati-hati ya. Sebisa mungkin batasi keringat,” ujar Andhika Raspati.

Untuk meminimalisir keringat berlebihan, Andhika menyarankan untuk engenakan pakaian yang tipis. Melakukan latihan di dalam ruangan ber-AC juga tidak masalah dan ingatlah untuk membatasi durasi, agar jangan terlalu panjang.

Bila memilih latihan sebelum berbuka puasa, bisa segera minum atau rehidrasi segera saat jam berbuka. Namun, pada saat itu cadangan energi relatif rendah.

Komentar