Ancaman di Ekor Gelombang Pertama Covid-19

Minggu, 18 April 2021 10:17

Oleh: Ridwan AmiruddinKetua Tim Ahli Pengendalian Covid-19 Sulsel

Sejak akhir Januari 2021 sebagai puncak kurva pandemi di Indonesia dengan jumlah kasus sekitar 14.000 an, secara bertahap mulai berbalik menurun perlahan.

Penurunan secara gradual ini tentu diharapkan sebagai pertanda baik akan berakhirnya pandemik di negeri ini. Ini sekaligus menjawab, kapan pandemi ini berakhir.

Ada beberapa skenario mengakhiri pandemik ini, dan tentu sebagian kita sudah paham hal tersebut. Dalam perspectife epidemiologi, pada setiap investigasi outbreak, dipahami dengan baik bahwa epidemi itu sebuah kehidupan dan memiliki siklus hidup yang natural.

Setiap siklus hidup, memiliki fase yang berbeda. Ada fase awal pertumbuhan, fase speed growth, fase kematangan dan fase pelandaian.

Kecepatan waktu setiap fase dipengaruhi oleh beberapa aspek, misalnya periode reproduksi awal, waktu pelipatgandaan kasus, jumlah populasi rentan, periode inkubasi hingga selesai, ditambah faktor mobility populasi.

Bila seluruh aspek itu berakumulasi secara simultan dalan satu titik waktu maka kecepatan pertambahan kasus akan meningkat secara bermakna dalam tempo singkat. Situasi ini sepertinya terjadi pada tanggal 20 -30 Januari 2021 dengan kasus hingga 14 ribu-an kasus.

Terlepas dari berbagai intervensi yang telah di paparkan baik intervensi farmasi maupun non farmasi yang dikemas dalam program promosi kesehatan, dalam bentuk protokol kesehatan yang meliputi 5 M. 3T. Penguatan regulasi PSBB, PPKM Mikro dan yang lainnya. Kesemuanya memberi tekanan yang besar pada eksistensi Virus Sarcov 2.

Komentar