GMNI Masifkan Gerakan Tolak Radikalisme

Senin, 19 April 2021 06:00

GMNI

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pasca terjadinya peristiwa bom bunuh diri di sekitar Gereja Katedral pada Minggu, (28/3/2021) lalu, terorisme menjadi ancaman tersendiri bagi kehidupan masyarakat.

Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) mengecam segala tindakan radikalisme yang kerap berujung pada terorisme. 

Sekretaris Umum DPD GMNI Sulawesi Selatan (Sulsel), Sarman mengatakan, perlunya menolak paham radikal ataupun terorisme, baik itu di lingkungan masyarakat dan terkhusus di kampus-kampus di Sulsel yang menurutnya berpotensi memecah bela bangsa. 

“Perlu tindakan lebih massif untuk melawan paham tersebut dengan menanamkan nilai-nilai pancasila dan paham nasionalisme di dalam lingkungan kampus,” kata Sarman, Sabtu (17/4/2021).

Terpisah, Ketua DPC GMNI Makassar, Hasril mengungkapkan, sebagai pemuda dan mahasiswa apalagi sebuah lembaga kemahasiswaan yang menganut pancasila, marhaenisme dan nasionalisme, GMNI harus mempertegas posisinya dalam menolak segala paham anti pancasila dan anti nasionalisme.

“Apalagi dewasa ini perkembangan paham radikalisme dan intoleransi di Indonesia, di kota Makassar khususnya sebagai pintu gerbang timur Indonesia cukup tinggi. Terbukti dengan beberapa kali aksi radikalisme yang berujung terorisme,” ujar Hasril. 

Lebih lanjut kata Hasril, berdasarkan kajian dan investasi GMNI, salah satu cikal-bakal tumbuhnya paham radikalisme itu dari dalam kampus. Terdapat pihak-pihak yang melihat kampus sebagai salah satu tempat yang potensial untuk menyebarkan ajaran-ajaran radikalisme.

Komentar