Jangan Lengah! Gelombang Ketiga Lonjakan Kasus Covid-19 Bisa Terjadi

Senin, 19 April 2021 16:56

Ilustrasi penanganan pasien Covid-19 (Dok. Jawapos.com)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Penularan Covid-19 belum berakhir. Terlebih dengan adanya kenaikan lonjakan kasus yang terjadi di sejumlah negara di kawasan Eropa, Asia seperti India dan Filipina, Papua Nugini, serta negara di Amerika Selatan seperti Chili dan Brazil.

Ketidakwaspadaan masyarakat berpotensi memicu terjadinya lonjakan kasus dan dapat membuat berbagai upaya dan usaha keras yang dilakukan dalam penanganan COVID-19 menjadi sia-sia.

Guru Besar Fisika Teoretik FMIPA Universitas Hasanuddin, Prof. Tasrief Surungan mengatakan, adanya kemungkinan gelombang ketiga disebut dengan istilah efek osilasi atau fenomena timbul tenggelam.

Secara teori jaringan (network theory) itu menjadi keniscayaan, ketika obat defenitif Covid-19 belum ditemukan dan pada saat yang sama vaksinasi belum menjangkau seluruh masyarakat.

“Banyak anggota masyarakat yang merasa percaya diri telah aman hanya karena telah divaksinasi, padahal Covid-19 masih berada di sekitar kita,” katanya kepada fajar.co.id, Senin (19/4/2021).

Jadi, lanjut dia, tidak serta merta pandemi ini akan hilang. Perlu waktu, dalam istilah ilmiahnya, transient time, waktu menuju ke keadaan normal, bisa lama bisa singkat, bergantung pada konsistensi atau tingkat kedisiplinan masyarakat, dan program-program pengendalian oleh Pemerintah.

Pada sisi lain, sejumlah anggota masyarakat terprovokasi dengan infodemik (informasi yang menyesatkan), bahwa untuk apa divaksin jika tetap harus menerapkan protokol kesehatan? Bukankah setelah vaksinasi berarti telah ada kekebalan tubuh?

Komentar