Kesehatan Pengkritik Vladimir Putin Makin Kritis, Joe Biden Merasa Prihatin

Senin, 19 April 2021 18:54

Kondisi kesehatan Alexei Navalny, pengkritik Presiden Rusia Vladimir Putin, turun drastis. Nyawanya bisa terenggut dalam...

FAJAR.CO.ID, MOSKOW — Kondisi kesehatan Alexei Navalny, pengkritik Presiden Rusia Vladimir Putin, turun drastis. Nyawanya bisa terenggut dalam hitungan hari jika tidak mendapatkan pertolongan medis segera. Kemungkinannya adalah henti jantung atau gagal ginjal.

”Pasien kami bisa meninggal kapan saja,” ujar ahli jantung Yaroslav Ashikhmin Sabtu (17/4) seperti dikutip Agence France-Presse. Dia dan tiga dokter pribadi Navalny sudah meminta izin kepada petugas yang berwenang agar bisa mendapatkan akses bertemu Navalny. Sayangnya, izin itu tak kunjung keluar.

Navalny sempat hampir kehilangan nyawa Agustus tahun lalu karena racun Novichok. Dia diterbangkan ke Berlin, Jerman, dan dirawat di sana. Dia sembuh sebulan kemudian dan menuding Putin sebagai dalang yang meracuninya. Navalny kembali ke Rusia 17 Januari 2021 dan langsung ditahan karena dituduh melanggar hukuman percobaan. Pada 2 Februari pengadilan memutuskan hukuman percobaannya diganti penjara 2,5 tahun di Pokrov.

Sejak itulah kondisi kesehatan Navalny memburuk drastis. Dia mengalami sakit punggung akut dan mati rasa bagian kaki serta tangan. Namun, Navalny tidak mendapatkan perawatan. Sebagai bentuk protes, dia menggelar mogok makan sejak 31 Maret dan bobotnya turun 9 kilogram. Hal itulah yang mungkin membuat kesehatannya kian terpuruk.

Hasil pemeriksaan kesehatan terakhir yang didapat pengacaranya menunjukkan bahwa jumlah potasium dalam darah politikus 44 tahun tersebut mencapai 7,1 mmol per liter. Padahal, mereka yang kadarnya 6,0 mmol per liter saja sudah harus dirawat intensif. Karena itulah, para dokter pribadinya ingin Navalny segera dibawa ke ICU. ”Kondisi aritmia yang fatal bisa terjadi kapan saja,” tegas Ashikhmin.

Kira Yarmysh, juru bicara Navalny, menegaskan bahwa akses ke pemimpin Partai Rossiya Budushchego tersebut memang dibatasi. Hanya sedikit orang Rusia yang tahu kondisi Navalny sebenarnya di penjara.

Lebih dari 70 artis, akademisi, penulis, dan tokoh kenamaan meminta kepada Putin agar Navalny mendapatkan perawatan yang memadai. Permintaan mereka diunggah di koran Prancis Le Monde Jumat petang (16/4). Beberapa yang membuat permintaan adalah Jude Law, Vanessa Redgrave, dan Benedict Cumberbatch.

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden juga menyuarakan keprihatinannya. Presiden ke-46 AS itu menegaskan bahwa apa yang dialami Navalny saat ini sangat tidak adil dan tidak layak. Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian memaparkan hal senada pada Minggu (18/4). Dia merasa khawatir dengan kondisi Navalny.

”Saya harap ada langkah yang diambil untuk memastikan integritas fisik Navalny sekaligus juga kebebasannya. Di sini ada tanggung jawab besar Presiden Putin,” tegasnya.

Sekutu Navalny berencana menggelar aksi protes besar-besaran untuk menuntut kebebasannya. Hingga Sabtu lalu sudah ada 500 ribu orang yang mendaftar di website untuk ikut turun ke jalan.

Sementara itu, hubungan Rusia dengan Ukraina kian panas. Negeri Beruang Merah itu menahan Alexander Sosonyuk di tempat detensi. Dia adalah konsul di Konsulat Jenderal Ukraina di Saint Petersburg, Rusia. Versi Rusia, Sosonyuk tertangkap tangan berusaha mendapatkan informasi rahasia.

Kementerian Luar Negeri Rusia Sabtu memanggil Charge D’affaires Ukraina di Rusia Vasyl Pokotylo dan memberi tahu dia bahwa Sosonyuk punya waktu 72 jam untuk meninggalkan negara itu terhitung mulai 19 April. ”Pihak Rusia tidak bisa menerima hal semacam ini,” bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia.

Ukraina jelas tidak terima. Kementerian Luar Negeri Ukraina menganggap penangkapan tersebut sebagai tindakan ilegal. Karena itu, mereka akan membalas dengan mengusir diplomat senior Rusia. Sejak 2014 Ukraina harus berjuang mengalahkan separatis yang didukung Rusia. (jpg/fajar)

Bagikan berita ini:
2
1
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar