Mega Skandal BLBI, Pengamat Ekonomi Sasmito Hadinagoro Tagih Janji Jokowi

Senin, 19 April 2021 19:07

Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Berdasarkan data, sampai dengan akhir periode presiden SBY berkuasa tahun 2014, dana APBN patut diduga Rp 960 triliun uang negara yang 70 persen bersumber dari pajak yang disetor rakyat dari Sabang sampai Merauke disalahgunakan. Bahkan sebesar Rp 600 triliun uang pajak rakyat tersebut dipakai membayar subsidi bunga obligasi rekap ex-BLBI.

“Saya blak-blakan menyampaikan ini. Justru bank plat merah sesungguhnya sejak diberi subsidi bunga obligasi rekap ex-BLBI adalah penjarah dana publik terbesar dengan ngantongi obligasi rekap fiktif Rp 73 trilun,” kecamnya.

Dengan bunga obligasi rekap ex-BLBI rata-rata 10% per tahun maka dana publik di salah satu bank rekap BUMN justru sukses membobol dana BLBI Gate fresh. Upaya pembobolan terlihat di era Direksi Mandiri Agus Martowardoyo dan Pahala Mansuri.

“Justru patut diduga seharusnya keduanya diperiksa KPK. Sebab tahun 2010- 2012 yang lalu mereka sukses menjual obligasi rekapitalisasi pemerintah Rp 56 Triliun kepada Bank Inggris, Standard Chartered,” terangnya.

Lebih lanjut, Sasmito kembali menagih komitmen pemerintah menuntaskan BLBI Gate ini.Hal ini penting mengingat negara membutuhkan dana ratusan triliun rupiah untuk recovery ekonomi rakyat di tengah pandemi Covid-19. “Ayo kerja kerja keras dengan jujur, transparan dan akuntable sesuai UU No 17 tahun 2003 bahwa masyarakat berhak mengetahuinya masalah tata kelola keuangan negara,” terangnya.

Bagikan berita ini:
9
5
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar