Menpan-RB Banyak Pecat ASN Karena Radikal, Tengkuzul: Jangan-jangan Karena Rajin Salat dan Ikut Pengajian

Senin, 19 April 2021 17:10

Ustaz Tengku Zulkarnain

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Pernyataan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB), Tjahjo Kumolo soal banyaknya Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dipecat karena terpapar paham radikalisme menuai respons publik.

Mantan Wasekjend MUI, Ustaz Tengku Zulkarnain meminta pemerintah khususnya Kemenpan-RB untuk menjelaskan secara detail soal radikalisme tersebut.

“Jangan jangan yg disangka radikal karena sholat 5 waktu ke mesjid, aktif pengajian, pakai celana gantung, pakai jenggot, pakai kerudung panjang(wanita). Pemerintah wajib evaluasi ucapan sang Menteri…,” tulis Tengkuzul dikutip dari akun Twitternya, Senin (19/4/2021).

Tak hanya Tengkuzul, politisi Gerindra Fadli Zon juga meminta pemerintah menjabarkan apa arti radikalisme yang menjadi dasar pemerintah memecat para ASN yang dimaksud.

Sebab bisa jadi radikalisme hanya menjadi alasan pemerintah semata tanpa tahu maksud sebenarnya.

“Harus dievaluasi, jangan-jangan yang nilai radikalisme tak mengerti radikalisme itu apa,” kata Fadli Zon di akun Twitternya.

Sejauh ini, ia mengamini banyak pihak yang salah mengartikan radikalisme. Bahkan radikalisme dianggapnya kerap menjadi alasan pemerintah untuk membungkam kritik.

“Wacana radikalisme bisa membuat prasangka dan fitnah tak henti, dijadikan alat bungkam kritik atau refleksi phobia Islam. Ini yang bikin demokrasi RI jeblok ke rangking 102,” tandasnya.

Sebelumnya, Menpa-RB Tjahjo Kumolo mengatakan, hampir setiap bulan dirinya memecat dan menonjobkan PNS yang terpapar paham radikalisme terorisme.

Komentar