Nama KH Hasyim Asy’ari Hilang di Kamus Sejarah Indonesia, Menteri Nadiem Harus Bertanggungjawab

  • Bagikan
Mendikbud Nadiem Makarim-- Jawa Pos

“Melihat isinya, bisa dikatakan para pejabat Kemendikbud saat ini jauh lebih mengenal tokoh-tokoh penjajah Belanda dan Jepang daripada tokoh pejuang yang menjadi imam warga nahdliyin di seluruh nusantara. Ini harus diluruskan,” ujarnya.

Menurut Gus Pu, panggilannya, kamus sejarah ini tidak bisa menjadi rujukan pembelajaran di sekolah dan madrasah. Jika hal ini dilakukan, generasi muda nantinya akan kehilangan tokoh-tokoh nasional, yang berjuang hidup dan mati untuk merebut kemerdekaan.

“Sejarah tidak boleh dihilangkan dengan cara-cara seperti ini. Jangan sampai kamus seperti ini disebarkan ke sekolah-sekolah dan menjadi rujukan pembelajaran. Hal ini bisa menyesatkan para siswa,“ tambahnya.

NU CIRCLE berencana melayangkan surat resmi untuk memprotes tindakan Kemendikbud yang sangat tidak profesional ini.

“Hampir semua produk dan kebijakan Mendikbud saat ini bermasalah dan membuat kegaduhan. Ini catatan penting buat mengevaluasi kinerjanya,” pungkasnya.

Mengenai hal itu, JawaPos.com pun menghubungi Plt Kepala Biro Humas dan Kerjasama Kemendikbud Hendarman. Akan tetapi, sampai saat ini belun ada tanggapan dari yang bersangkutan.

Sebelumnya, Kemendikbud juga kena sorotan setelah mata pelajaran Pancasila dan Bahasa Indonesia tidak masuk dalami kurikulum pendidikan tinggi.

Polemik ini muncul setelah terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 Tentang Standar Nasional Pendidikan yang tidak mencantumkan secara eksplisit dua pelajaran tersebut sebagai mata kuliah wajib di perguruan tinggi. (jpg/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan