Nilai Kinerja Penindakan Korupsi Buruk, KPK Sayangkan Data yang Dipakai ICW

Senin, 19 April 2021 22:51

Plt juru bicara KPK Ali Fikri menyampaikan KPK terus mengusut dugaan korupsi terkait pengadaan barang tanggap darurat be...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyayangkan Indonesia Corruption Watch (ICW) yang menilai kinerja penindakan sangat buruk. Lembaga antirasuah menyampaikan, data yang digunakan ICW tersebut merupakan kinerja bidang penindakan semester satu pada Juni 2020.

“Kami menyayangkan data yang dipakai ICW untuk menarik kesimpulan dan telah dipublikasikan tersebut. Data tersebut ternyata berasal hanya dari data publikasi KPK bidang penindakan pada semester satu, Juni 2020,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri dikonfirmasi, Senin (19/4).

Juru bicara KPK bidang penindakan ini menyampaikan, pada laporan tahunan 2020 yakni pada 30 Desember 2020 lalu, target penanganan perkara oleh KPK sebanyak 120 kasus. Menurutnya, dari jumlah target tersebut, telah terealisasi sebanyak 111 penyelidikan, 91 penyidikan dengan jumlah tersangka 109 orang, 75 penuntutan, 92 perkara yang berkekuatan hukum tetap dan 108 perkara telah dilakukan eksekusi.

“Kami tegaskan, jumlah perkara baru yang ditangani KPK pada 2020 sebanyak 91 perkara, belum termasuk sisa perkara yang sedang berjalan dan ditangani KPK sebelum tahun 2020 sebanyak 117. Dengan demikian pada 2020 jumlah total perkara yang ditangani KPK sebanyak 208 perkara,” tegas Ali.

Ali menyebut, pada 2020 KPK dihadapkan pada tantangan tersendiri untuk melakukan fungsi penindakan yaitu dengan adanya pandemi Covid-19. Kebijakan adanya pembatasan sosial berskala besar mengharuskan KPK untuk membatasi para pegawai dalam melaksanakan tugas.

Bagikan:

Komentar