Penyuap Juliari Peter Batubara Ingin Jadi JC, KPK Menolak dengan Alasan Ini

Senin, 19 April 2021 22:15

Sejumlah saksi dalam sidang persidangan dugaan suap pengadaan bansos penanganan Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek tahun...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menolak permohonan justice collaboratore (JC) terhadap pengusaha Harry Van Sidabukke. Jaksa menegaskan, Harry harus bersedia membongkar perkara dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) penanganan Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek tahun anggaran 2020 jika ingin menerima JC.

“Penuntut umum berkesimpulan pemberian JC belum dapat diberikan kepada terdaka dalam perkara aquo,” kata Jaksa Muhammad Nur Azis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (19/4).

Jaksa menjelaskan, jika ingin menerima JC dari KPK penyuap mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara ini harus memberikan keterangan yang signifikan, relevan, andal, dan berkesesuaian dengan alat bukti lainnya di tahap penyidikan, penuntutan dan persidangan.

Dia juga harus bersedia membongkar pelaku lainnya yang diduga terlibat dalam pengadaan suap bansos Covid-19. Selama proses penyidikan dan persidangan, Harry dinilai belum memberikan keterangan untuk bisa membongkar pihak lain.

“Karena terdakwa belum memberikan keterangan yang sangat signifikasn terkait dengan peran atau keterlibatan pihak lain atau kesediaan terdakwa untuk membongkar pelaku lainnya atau perkara yang lebih besar dalam perkara a quo. Di samping itu konsistensi terdakwa dalam memberikan keterangan sbg saksi dalam perkara yang sama belum dapat diketahui, karena terdakwa belum diperiksa sebagai saksi untuk terdakwa lainnya, yakni penerima suap,” tegas Jaksa Nur Azis.

Bagikan:

Komentar