Apindo Sulsel: Larang Mudik Sama Saja Membunuh Ekonomi

Selasa, 20 April 2021 16:59

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulsel, La Tunreng

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pemerintah, melalui Kementerian Perhubungan resmi melarang seluruh moda transportasi umum untuk beroperasi pada periode 6 Mei hingga 17 Mei 2021.

Larangan operasional ini dilakukan dalam rangka mendukung kebijakan larangan mudik Lebaran. Keputusan tersebut diambil berdasarkan pertimbangan risiko penularan Covid-19 yang disinyalir akan tinggi pasca libur panjang.

Di balik aturan ini ada dampak ekonomi yang harus ditanggung. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulsel, La Tunreng menyebut pemerintah jangan membuat pengetatan, yang harus dibuat adalah protokol kesehatan. Karena tidak ada kaitannya penyebaran Covid-19 dengan waktu. Yang ada adalah dropleks yang berdekatan.

“Jika mudik dilarang, tentu ekonomi akan terhambat, sama saja transportasi dikurangi rejekinya. Kalau dibiarkan mudik tetapi protokol kesehatannya diberi prioritas saya kira tidak ada masalah biarkan mudik, supaya transportasi dan sektor lainnya bisa bergerak,” ujar La Tunreng di Hotel Claro Makassar, Senin (19/4/2021) malam.

Ia mengatakan, Covid-19 sejatinya pola penularannya sudah diketahui. Penyebabnya bukan karena bergeraknya orang, bukan karena waktunya, tapi lebih kepada pengetatan protokol kesehatan mesti memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak karena penyebaranya melalui mulut sehingga ini yang harus dihindari.

“Melarang mudik itu membunuh ekonomi. Daya beli tersendat. Perputaran uang terhambat dari kota ke desa. Pemerintah melarang dunia usaha bergerak sama saja menghindari adanya pendapatan, target pemerintah itu pendapatan daerah,” ungkapnya.

Bagikan:

Komentar