Australia-Selandia Baru Terapkan Penerbangan Tanpa Harus Karantina

Selasa, 20 April 2021 17:38

Ilustrasi penumpang WNA (The Straits Times)

FAJAR.CO.ID, AUSTRALIA — ”Saya tidak bisa tidur semalaman.” Kalimat itu meluncur dari bibir Nirali Johal ketika dia berada di Bandara Internasional Sydney, Senin (19/4). Untuk kali pertama sejak pandemi, dia bisa terbang dan menemui kekasihnya yang berada di Selandia Baru.

Mereka sudah hampir dua tahun tidak bersua. Johal tak bisa menahan rasa bahagianya. ”Kami senang ini terjadi dan kami bisa hidup normal kembali,” ujarnya seperti dikutip BBC.

Kemarin Australia dan Selandia Baru secara resmi memberlakukan travel bubble. Mereka menyebutnya dengan trans-Tasman bubble. Penerbangan antara dua negara dibuka dan penumpangnya tidak perlu melakukan karantina.

Australia dan Selandia Baru selama ini menutup perbatasannya. Penerbangan hanya dibuka untuk warga negara masing-masing yang mau pulang. Itu pun harus dikarantina lebih dulu. Sebelum berangkat dikarantina 14 hari, begitu tiba di tujuan juga masih dikarantina lagi dua pekan dan harus lolos tes Covid-19. Syarat ketat itu membuat orang enggan melakukan perjalanan. Kini semua aturan ketat tersebut berakhir.

Penerbangan pertama trans-Tasman bubble adalah dari Sydney menuju Auckland dengan pesawat Jetstar A320. Pesawat itu terbang sekitar pukul 06.15. Sebagian penumpang rela berkemah di luar bandara karena begitu antusias serta tak mau ketinggalan. Mereka sudah berada di lokasi sejak pukul 02.00, meski bandara belum buka.

Bagikan berita ini:
8
3
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar