Imam Masjid Idkah Sebut Jumlah Jemaah Menurun Drastis

Selasa, 20 April 2021 22:04

Etnis minoritas Muslim Uighur mengikuti salat ashar berjamaah di Masjid Idkah, Kota Kashgar, Daerah Otonomi Xinjiang, Ti...

FAJAR.CO.ID, XINJIANG — Imam Masjid Idkah, Mehmet Jumah, mengakui jumlah jamaah di masjid yang menjadi ikon wisata Kota Kashgar, Daerah Otonomi Xinjiang, Tiongkok, itu mengalami penurunan sangat drastis dalam beberapa tahun terakhir. “Mungkin karena orang-orang sibuk bekerja. Jadi jumlah jamaahnya menurun,” kata Mehmet Jumah saat ditemui Antara usai berjamaah saalat Ashar di Masjid Idkah, Senin (19/4).

Sepuluh tahun yang lalu, masjid yang dibangun pada tahun 1468 Masehi atau era Dinasti Ming itu bisa dipadati sekitar 5.000 orang setiap salat Jumat. Sama halnya dengan jumlah jamaah pada salat Idul Fitri dan Idul Adha di masjid yang menjadi ikon Kota Wisata Kashgar itu.

“Namun sekarang tinggal 800 hingga 900 orang,” ujarnya.

Masjid berdinding warna kuning kecokelatan tersebut tetap menggelar shalat jamaah lima waktu dengan protokol ketat.

Pintu masjid itu baru dibuka pada jam-jam salat lima waktu sejak pandemi Covid-19. Sama-sama seperti masjid-masjid lain di Tiongkok, termasuk di Beijing, sebagai upaya pengendalian pandemi

Berdasarkan pengamatan Antara, jamaah salat Ashar dengan saf renggang pun tidak sampai memenuhi bangunan utama masjid yang berada di tengah kawasan kota tua Kashgar. Padahal, luas areal Masjid Idkah yang juga dikenal dengan Masjid Etigar itu mencapai 1,68 hektare.

Para wisatawan yang tidak melakukan salat lima waktu tidak diperkenankan memasuki areal masjid, kecuali hanya foto-foto di halaman luar pintu gerbang yang sangat luas. Pada sore hari, halaman masjid dipadati warga dan wisatawan. Di sana ada berbagai jenis permainan dan hiburan, termasuk unta tunggangan yang bisa disewa pengunjung untuk berkeliling di sekitar halaman luar masjid.

Sejak dibangun pada 553 tahun silam, Masjid Idkah mengalami beberapa pemugaran dan terakhir kali dilakukan pada tahun 2011. Selain menjadi ikon utama pariwisata Kota Kashgar, Masjid Idkah memiliki catatan kelam terkait peristiwa pembunuhan Jumah Tayer yang merupakan ayahanda dari Mehmet Jumah setelah menjadi imam salat Subuh pada tahun 2012.

“Tidak benar, masjid-masjid di Xinjiang, termasuk Masjid Idkah ini dibongkar. Yang ada adalah dibongkar untuk diperbaiki kembali karena berusia tua,” kata Jumah yang berlatar etnis minoritas Muslim Uighur itu.

Dia juga menegaskan bahwa tidak ada penutupan masjid untuk kegiatan ibadah kecuali saat Revolusi Budaya pada 1970-an dan awal-awal pandemi Covid-19.

“Siapa pun boleh salat di sini, kecuali pegawai negeri sipil dan pengurus partai yang memang menurut peraturan tidak diizinkan,” kata Jumah yang juga pimpinan Asoasi Islam Kashgar itu. (jpg/fajar)

Bagikan berita ini:
7
10
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar