KH Hasyim Asy’ari Hilang, Tokoh Komunis Justru Masuk, Fadli Zon: Ada yang Mau Belokkan Sejarah

Selasa, 20 April 2021 19:33

Politisi Partai Gerindra Fadli Zon-- jawa pos

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Politikus Partai Gerindra, Fadli Zon ikut protes hilangnya nama pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy’ari dalam Kamus Sejarah Indonesia Jilid I buatan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Anggota DPR RI itu pun makin heran, justru beberapa nama tokoh komunis yang masuk dalam Kamus Sejarah Indonesia Jilid I.

“Harus segera dibuat investigasi kenapa tokoh penting KH Hasyim Asy’ari pencetus Resolusi Jihad bisa hilang, sementara yang komunis bisa ada,” tulis Fadli Zon di akun Twitternya, Selasa (20/4/2021).

Fadli menegaskan masalah ini harus disikapi serius oleh pemerintah. Terlebih Kemendikbud sudah beberapa kali melakukan blunder dalam penyusunan beberapa aturan.

“Ini masalah serius. Ada yang hendak membelokkan sejarah,” tegasnya.

Dari penelusuran, beberapa nama tokoh komunis diulas dalam kamus setebal 339 halaman itu. Mulai dari Henk Sneevliet di halaman 87. Sneevliet adalah pendiri Indische Social-Democratische Vereniging (ISDV), organisasi beraliran kiri yang menjadi partai komunis pertama di Asia.

Selain itu, ada pula profil Darsono atau Raden Darsono Notosudirjo yang ditemukan pada halaman 51. Ia adalah tokoh Sarekat Islam (SI) yang pernah menjabat sebagai Ketua Partai Komunis Indonesia pada 1920-1925.

Ada pula profil Semaoen ditemukan di halaman 262. Semaoen menjabat Ketua Partai Komunis Indonesia yang semula bernama ISDV. Ia juga dikelan sebagai aktivis komunis dan pimpinan aksi PKI 1926.

Komentar