Kinerja APBn Triwulan I di Sulsel, Realisasi Pendapatan Negara Capai 17,02 Persen

Selasa, 20 April 2021 17:52

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan merilis data fiskal regional Sulawesi Selatan yang telah dilaksanakan sampai dengan 31 Maret 2021.

Sejumlah data fiskal pemerintah menunjukkan angka positif diharapkan mampu mendukung pemulihan ekonomi, khususnya di wiIayah Sulsel. Realisasi Pendapatan Negara mencapai 17,02 persen dari target Rp13,57 triliun. Realisasi tersebut terdiri dari Penerimaan Perpajakan sebesar Rp1,91 triliun dan PNBP Rp0,4 triliun.

“Dari sisi Belanja Negara, kinerja penyerapan anggaran berhasil melampaui target 15 persen. Secara agregat realisasi Belanja Negara mencapai Rp10,38 triliun dari pagu Rp50,33 triliun. Jumlah tersebut terdiri dari Belanja Pemerintah Pusat dan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD),” terang Kepala Kamwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulsel, Syaiful dalam keterangannya di Makassar, Selasa (20/4/2021).

Ia juga menjabarkan, Belanja Pemerintah Pusat terealisasi Rp3,18 triliun dan pagu Rp20,03 triliun atau 15,86 persen.

Adapun Tingkat penyerapan anggaran paling tinggi pada jenis Belanja Bansos yang mencapai 26,54 persen dari pagu Rp50,29 miliar. Anggaran tersebut diperuntukkan bagi belanja bantuan sosial untuk perlindungan sosial dalam bentuk uang.

Sementara, Pagu Belanja Modal yang sebesar Rp3,75 triliun telah terealisasi Rp558,38 miliar. Sedangkan untuk realisasi Belanja TKDD mencapai 23,76 persen dari pagu Rp30,30 triliun.

“Beberapa output strategis telah menunjukkan adanya capaian meski masih relatif minim. Di bidang infrastruktur, Pembangunan dan Preservasi Jalan terealisasi Rp1,13 triliun untuk sepanjang 208 km jalan,” jelas Syaiful.

Realisasi Pembangunan dan Preservasi Jembatan sebesar Rp1,04 triliun untuk 182 meter jembatan. Kemudian walaupun pembangunannya belum selesai (proyek multy years), namun pengerjaan proyek pembangunan bendungan sebanyak 6 unit telah terealisasi Rp1.041rilun. Di bidang pendidikan, Beasiswa/Bidikmisi telah dibayarkan untuk 1.396 mahasiswa dengan nilai sebesar Rp103,09 miliar.

Sementara itu, progres Dana Desa belum optimal karena beberapa kenda|a di pihak pemdes, antara lain keterlambatan penetapan APBDes dan kurang memadainya kapasitas SDM pengelola Dana Desa.

Dana Desa Tahap l telah salur Rp327,3 miliar untuk 1.186 dari 2.255 desa. Earmark 8 persen Dana Desa untuk Penanganan Covid telah salur Rp96,10 miliar kepada 1.130 desa. Sedangkan untuk BLT Dana Desa selama Januari-Maret telah tersalur Rp40,08 miliar kepada 2.232 desa (akumulasi tiga bulan), sedangkan masih terdapat 4.501 desa (akumulasi tiga bulan) yang belum mencairkan BLT Dana Desa-nya.

“Untuk mendukung alokasi anggaran program vaksinasi secara nasional, penanganan pandemi Covid-19, dukungan anggaran perlindungan sosial kepada masyarakat serta percepatan pemulihan ekonomi nasional maka pemerintah melalui Menteri Keuangan memberlakukan kebijakan refocusing anggaran,” pungkas Syaiful. (endra/fajar)

Bagikan berita ini:
3
10
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar