Usungan PAN dan PKS Terdepan untuk Isi Kekosongan Kursi Wagub Sulsel

Selasa, 20 April 2021 14:21

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — 3 Partai pengusung pasangan Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman (Prof. Andalan) sudah mulai menyiapkan kandidat calon untuk menempati kursi kosong Wakil Gubernur Sulsel.

Diketahui saat ini kursi Wakil Gubernur Sulsel sedang kosong. Usai Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman berpeluang naik tahta jadi Gubernur Sulsel jika Nurdin Abdullah nantinya berhalangan tetap atas kasus hukumnya di KPK.

PKS misal, mereka sudah terang-terangan telah mengusulkan nama-nama untuk mengisi kekosongan tersebut, bahkan nama tersebut sudah sampai di tangan DPP PKS.

Nama-nama tersebut adalah Ketua DPW PKS Sulsel, Muh. Amri Arsyid; Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulsel, Muzayyin Arif; Anggota DPRD Provinsi Sulsel, Sri Rahmi dan Anggota TGUPP Asriady Arsal.

Sementara ketua DPW PAN, Ashabul Kahfi juga mencuat sebagai perwakilan PAN untuk memperebutkan kursi tersebut. Selain itu ada nama-nama lain seperti Usman Lonta, Irfan AB dan Andi Yusran Paris.

Senada dengan itu, Andi Ridwan Wittiri juga masuk dalam radar bursa calon Wagub Sulsel. Selain Ridwan ada nama Rudy P. Goni serta Andi Ansyari Mangkona yang juga mencuat.

Diketahui, 3 partai ini adalah partai yang mengusung paket Prof Andalan pada Pilkada 2018 lalu. Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah Makassar, Andi Luhur Priyanto (Unismuh) menyebut tokoh yang akan ditunjuk sebagai Wakil Gubernur Sulsel tergantung konsesus partai pengusung.

“Soal siapa kader atau tokoh dari partai apa yg potensial mengisi jabatan Wagub, tergantung konsensus di partai koalisi. Fatsoen politiknya adalah pemilihan figur Cawagub tetap mempertahankan formasi dan komposisi partai pendukung Gub dan Wagub,” ujar Andi Luhur saat di konfirmasi fajar.co.id, Selasa (20/4/2021).

Luhur pun menyebut PAN dan PKS yang paling berpeluang untuk mengisi kekosongan kursi Wagub tersebut. Sebab, PDI Perjuangan dianggap partai yang membawa Andi Sudirman Sulaiman (ASS) untuk berkoalisi dengan NA.

Jika mengesampingkan PDI Perjuangan, maka PAN akan menjadi yang terdepan, sebab PAN memiliki 9 kursi saat proses pengusungan NA-ASS sementara PKS Saat itu hanya 6 kursi.

“Kalau ASS di anggap satu paket dgn NA yg di rekomendasi oleh PDIP di proses kandidasi, maka terbuka peluang calon Wagub dari partai pengusung lainnya, yakni dari PAN atau PKS. Terutama PAN yang saat pengusungan paslon saat itu memiliki 9 kursi DPRD Sulsel,” ujar Luhur.

Tapi, kata Luhur, tidak menampik kemungkinan kader atau rekomendasi dari PDI Perjuangan yang justru menguat untuk menempati wakil Gubernur.

“Kalau merujuk pengalaman DKI Jakarta, ketika kader Gerindra mundur dari jabatan Wagub, maka penggantinya pun tetap dari Gerindra. Artinya tetap bisa juga Wakil Gubernur dari kader atau figur yg di rekomendasi oleh PDIP,” kata Luhur. (Zaki/fajar)

Bagikan berita ini:
10
8
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar