Cerita Janda Korban Penembakan KKB, Rela Jadi Guru Honor Demi Pendidikan Papua

Rabu, 21 April 2021 21:40

Natalia Pamenan, istri korban penembakan KKB Papua

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Natalina Pamean kini menjanda. Dia masih berduka pasca suaminya bernama Oktovianus Rayo ditembak mati oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada 8 April 2021 lalu.

Peristiwa nahas itu terjadi saat ia bersama suaminya itu menjadi perantau, dengan menjadi seorang guru honorer di Papua sejak beberapa tahun silam.

Natalina mengatakan, sejak awal, dia bersama tulang punggung keluarganya itu memilih menjadi guru di sana, lantaran merasa prihatin dengan kondisi dunia pendidikan di Bumi Cendrawasih ini.

“Kami ke sana (Papua) karena kurang guru. Walaupun saya bukan dari pendidikan, tapi setidaknya saya bisa membantu guru di sana. Saya latar Amd (gelar vokasi),” katanya kepada jurnalis Fajar.co.id, Rabu (21/4/2021).

Suaminya itu bertugas sebagai guru honorer di SD Kelmabet, Beoga, Kabupaten Puncak, Papua. Sementara Natalina sendiri juga merupakan guru sekolah menengah di sana.

Hingga sebelum peristiwa penembakan oleh KKB itu terjadi, lanjut Natalina, ia tak merasakan tanda-tanda apapun dan tak menyangka bahwa tulang punggung keluarganya itu jadi sasaran KKB.

“Tidak ada tanda – tanda yang dikasih ke saya. Malam itu kita tidur berdua (dengan almarhum),” terangnya.

Hanya saja, Natalina merasa ketakutan lantaran adanya aksi peperangan di sekitar rumahnya di Papua. Tepatnya di Distrik Beoga, Papua.

“Memang di situ kejadian ada perang sedarah. Kami pun tak tahu ada orang baru yang menyusup ke situ yang ambil kesempatan,” tambahnya. (Ishak/fajar)

Bagikan berita ini:
8
8
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar