Tanpa Larangan, Pemudik Bisa Tembus 80 Juta Orang

Rabu, 21 April 2021 09:57

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

FAJAR.CO.ID — Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan pemerintah tidak ingin Lebaran 2021 menjadi pemicu utama meningkatnya kasus Covid-19 di tanah air.

Oleh karena itu, kata Muhadjir, pemerintah mengeluarkan kebijakan melarang masyarakat mudik Lebaran yang resmi diberlakukan 6-17 Mei 2021, untuk mengendalikan penularan kasus corona.

Menurutnya, pelarangan itu berkaca pada momentum hari-hari besar pada tahun sebelumnya, seperti mudik Lebaran 2020, libur panjang momen Maulid Nabi, dan Natal serta Tahun Baru.

“Setiap libur panjang pasti ada pergerakan orang besar-besaran dan dibarengi aktivitas kerumunan, yang selalu diikuti dengan meningkatnya angka kasus Covid-19,” kata Menko PMK Muhadjir Effendy dalam rangka Hari Konsumen Nasional (Harkonas), Selasa (20/4).

Meskipun mudik telah dilarang, lanjut Muhadjir, ada kemungkinan kenaikan kasus Covid-19, karena masih banyak masyarakat yang tidak patuh terhadap larangan tersebut.

Dia mengungkapkan pemerintah memprediksi 73 juta sampai 80 juta masyarakat yang melakukan mudik. Data tahun lalu menunjukkan, masih terdapat 13 persen dari total masyarakat pemudik yang tidak patuh dan tetap melakukan mudik Lebaran.

Bagikan berita ini:
7
6
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar