Tokoh NU Hilang dari Kamus Sejarah, Tengku Zul: Jangan Lengah!

Rabu, 21 April 2021 13:23

Mantan Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain. (@ustadtengkuzul/Twitter)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Mantan Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Tengku Zulkarnain menilai, nama tokoh Nahdatul Ulama (NU) yang dihilangkan dari Kamus Sejarah Indonesia Jilid I terbitan Kemendikbud, diduga merupakan upaya memutar balikan fakta sejarah. Tengku Zul meminta umat Islam tidak lengah.

“Kaum muslimin jangan lengah. Amati dan catat para pembela PKI yang mau memutarbalikkan sejarah kebiadaban PKI,” ucap Tengku Zul Twitter-nya, Rabu (21/4).

Diketahui, selain tokoh pendiri NU hilang dari kamus Sejarah Indonesia, tokoh Komunis malah muncul dan diulas dalam kamus setebal 339 halaman itu.

Misalnya, muncul profil Henk Sneevliet. Sneevliet diketahui adalah pendiri Indische Social-Democratische Vereniging (ISDV), organisasi beraliran kiri yang menjadi partai komunis pertama di Asia.

Ada juga profil Darsono atau Raden Darsono Notosudirjo adalah tokoh Sarekat Islam (SI) yang pernah menjabat sebagai Ketua Partai Komunis Indonesia pada 1920-1925.

Hingga Dipa Nusantara Aidit atau DN Aidit yang merupakan Ketua PKI. Profil DN Aidit ditemukan pada Kamus Sejarah Indonesia halaman 58. Tengku Zul kemudian mengungkapkan kekecewaannya.

“Kiyai, Santri, TNI bukan musuh rakyat. PKI adalah musuh negara dan rakyat. Awas tipu daya makhluk Anti Tuhan dan anti Agama. Selamatkan NKRI dari kaum kiri,” ujar Tengku Zul.

Tengku Zul menilai, seolah Komunis mulai digambarkan dengan citra yang baik. Sebagai korban.

Bagikan:

Komentar