Vaksinasi Dosis Kedua, Penelitian Menunjukkan Sinovac Makin Manjur 15 Hari Usai Vaksin

Rabu, 21 April 2021 11:11

Vaksin Sinovac

FAJAR.CO.ID — Para peneliti Brasil masih melakukan penelitian untuk mengetahui efikasi atau kemanjuran vaksin Covid-19 dari Sinovac yakni CoronaVac. Kali ini subjeknya adalah para tenaga kesehatan.

CoronaVac adalah vaksin yang dapat ditoleransi dengan baik yang mengandung Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) sindrom pernapasan akut yang tidak aktif, dan menyebabkan respons humoral pada studi fase 1 dan 2. Analisis uji klinis fase 3 di Brasil yang mengevaluasi 12.607 peserta menunjukkan bahwa vaksin tersebut memiliki kemanjuran 50,39 persen usai 15 hari setelah dosis ke-2.

Kemanjuran vaksin mengacu pada proporsi penurunan penyakit di antara individu yang divaksinasi dalam uji klinis, sedangkan efektivitas vaksin adalah penurunan pada orang yang divaksinasi penyakit dalam kondisi dunia nyata. Penelitian belum berfokus pada efektivitas CoronaVac sejauh ini.

Meski begitu, Peneliti dari Brasil baru-baru ini melaporkan terjadinya gejala Covid-19 pada sekelompok petugas kesehatan yang divaksinasi dengan CoronaVac. Mereka juga memperkirakan keefektifan vaksin tersebut. Studi ini dipublikasikan di server pracetak, medRxiv.

Seperti dilansir News Medical, CoronaVac diberikan kepada kelompok studi dari 22.402 petugas kesehatan di Rumah Sakit das Clinicas selama 18 dan 21 Januari 2021 dan 21.652 petugas kesehatan selama 14-16 Februari 2021.

Kasus gejala Covid-19 dievaluasi setiap minggu. Pada minggu ke 3-12 tahun 2021, prediksi jumlah kasus di antara petugas layanan kesehatan dibandingkan dengan jumlah kasus sebenarnya pasca vaksinasi. Untuk minggu 9-12, 2 sampai 5 minggu setelah dosis kedua vaksin vaksin makin efektif.

Sebanyak 380 petugas kesehatan masih didiagnosis Covid-19 sejak dosis pertama vaksin. Namun setelah 2 sampai 3 minggu setelah dosis kedua efektivitasnya naik menjadi 50,7 dan 51,8 persen masing-masing. Efektivitas meningkat selama 2 minggu berikutnya.

Namun, tetap ada kekhawatiran tentang vaksinasi yang mengarah pada peningkatan infeksi berdasarkan varian karena vaksin mungkin tidak efisien terhadap varian virus yang lebih baru. Namun, penulis percaya bahwa tingginya prevalensi mutasi P1 dan varian lainnya mencerminkan situasi epidemiologi di wilayah tersebut.

Pada November 2020, varian P1 disebut-sebut akan muncul di wilayah Amazon di Brasil. Ini menyebar dengan cepat dan menjadi jenis yang dominan dalam 7 minggu, di beberapa wilayah di Brasil. Kota Sao Paulo baru-baru ini melaporkan 64 persen varian P1 dan 7 persen dari B.1.1.7 dalam sampel yang dikumpulkan antara 16 Februari dan 6 Maret 2021.

Kesimpulannya, sejak pemberian dosis pertama CoronaVac kepada petugas kesehatan di rumah sakit, kasus Covid-19 telah berkurang di antara petugas kesehatan. Dan makin efektif setelah dosis kedua. (jpg)

Bagikan berita ini:
6
5
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar