Cadangan Oksigen KRI Nanggala-402 hanya Bertahan hingga Sabtu, Ini Harapan Laksamana TNI Yudo Margono

Kamis, 22 April 2021 20:59

Kapal Selam KRI Nanggala-402 saat latihan pratugas pengamanan perbatasan di perairan Pulau Karimunjawa pada 20 Januari 2...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Yudo Margono memperkirakan kemampuan oksigen KRI Nanggala apabila berada dalam kondisi blackout mampu 72 jam atau kurang lebih 3 hari.

”Jadi, kalau kemarin saat hilang kontak pukul 03.00 wita, sampai Sabtu pukul 03.00 wita. Mudah-mudahan ini segera ditemukan sehingga cadangan oksigen masih ada,” kata Laksamana TNI Yudo Margono seperti dilansir dari Antara di Base Ops Lanud Ngurah Rai, Bali, Kamis (22/4).

Kasal mengatakan KRI Nanggala dalam keadaan siap, baik personel maupun material. Personel lengkap serta material sudah ada dan sudah mendapat surat kelaikan.

KRI Nanggala dibuat tahun 1977 dan diterima angkatan laut delivery pada 1981 buatan HDW Jerman. Riwayat kapal itu, lanjut Kasal, sudah menembak torpedo latihan sebanyak 15 kali dan menembak torpedo perang dua kali dengan sasaran kapal eks KRI, keduanya tenggelam.

”Jadi, KRI Nanggala ini dalam kondisi siap tempur sehingga kami libatkan untuk latihan penembakan torpedo latihan maupun perang,” jelas Yudo.

Menyinggung soal sertifikat kelaikan, menurut Kasal, masih berlaku hingga 25 Maret 2022. Untuk itu masih layak untuk melaksanakan kegiatan operasi.

Terkait posko, lanjut Kasal, akan disiapkan di Lanal Banyuwangi yang akan diisi personel-personel karena unsur-unsur TNI AL ada di laut Bali dan Banyuwangi, yakni di Lanal Banyuwangi dan Lanal Denpasar.

Komentar