Kapal Selam Itu Ternyata Produksi Jerman Tahun 1979, Jatuh di Kedalaman 700 Meter

Kamis, 22 April 2021 09:43

Bagian dalam Kapal Selam KRI Nanggala-402 saat di pangkalan Ujung, Surabaya pada 2012. (Foto: Dite Surendra/Jawa Pos))

FAJAR.CO.ID — TNI Angkatan Laut (AL) menduga KRI Nanggala-402 mengalami blackout saat melakukan penyelaman statis. Hal itu yang membuat kapal tidak bisa dikendalikan dan melakukan prosedur darurat.

TNI AL diduga tenggelam di kedalaman cukup dalam. “Kapal jatuh pada kedalaman 600 – 700 meter,” kata TNI AL melalui keterangan resminya, Rabu (21/4).

TNI AL menyebut ditemukan tumpahan minyak di sekitar koordinat hilang kontaknya KRI Nanggala-402. Tumpahan minyak ini bisa berasal dari berbagai sebab.

“Terjadinya tumpahan minyak disekitar area tenggelam, kemungkinan terjadi kerusakan tangki BBM (retak) karena tekanan air laut, atau pemberian sinyal posisi dari KRI NGL-402,” tulis TNI AL.

Sebelumnya, kapal selam KRI Nanggala-402 hilang kontak di perairan dekat Bali. KRI Nanggala-402 diketahui satu dari lima kapal selam yang dimiliki angkatan bersenjata Indonesia.

“Tadi subuh (hilang kontak) KRI Nanggala,” kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Julius Widjojono saat dikonfirmasi, Rabu (21/4/2021).

TNI AL memastikan jika KRI Nanggala-402 dalam keadaan layak menyelam. Kapal membawa 53 orang. Terdiri dari 49 ABK, 1 Komandan Satuan, dan 3 personel Arsenal.

KRI Nanggala-402 ini awalnya hendak mengikuti latihan penembakan di laut Bali, pada Kamis (22/4) besok. Insiden hilang kontak ini diduga terjadi saat KRI Nanggala sedang melakukan gladi resik.

Komentar