Neta S Pane Ingin Penyidik KPK yang Peras Wali Kota Tanjungbalai Dipakaikan Rompi Oranye dan Dipajang di Depan Media

Kamis, 22 April 2021 22:18

Neta S Pane. Foto: dok/JPNN.com

Menurut Neta, pandangannya bukan pepesan kosong semata, sebab terbukti aksi memalukan insan KPK kembali terjadi. Kali ini, oknum penyidik KPK dari Polri diduga memeras Wali Kota Tanjungbalai Syahrial sebesar Rp 1,5 miliar.Polisi dan KPK kemudian menangkap AKP SR pada Selasa (20/4) lalu. Saat ini AKP SR ditahan di propam Polri.

“IPW mendesak KPK segera memakaikannya rompi oranye dan digelar di depan media massa dan layak dihukum mati. Jangan sampai AKP SR hanya dikenakan sidang etik dan kembali aktif menjadi polisi,” tutur dia.

Neta khawatir jika proses hukum terhadap IGAS dan AKP SR tidak transparan, publik makin tidak percaya pada lembaga antirasuah tersebut.

“Bahkan, dengan adanya dua kasus ini publik akan menilai kok KPK saat ini bisa diisi oleh pencuri dan tukang peras? Jika sudah begini buat apa lagi ada KPK di negeri ini? Bubarkan saja KPK karena tidak bisa menjaga marwahnya,” kata dia.

Neta mengusulkan agar KPK mengambilalih kasus SR, untuk kemudian dikenakan rompi oranye serta dipajang di depan media, seperti koruptor lainnya.

“Sebab, kejahatannya lebih parah dari korupsi itu sendiri. Jika KPK tidak berani melakukan tindakan tegas, bukan mustahil kejahatan serupa dari internal KPK akan berulang. Contohnya, setelah IGAS yang mencuri barang bukti, kini muncul AKP SR yang diduga memeras,” pungkas Neta. (jpnn/fajar)

Bagikan berita ini:
2
8
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar