Geram Ulah KKB, Bupati Puncak: Kalau Mau Perang dengan TNI-Polri, Kami Siapkan Lapangan

Jumat, 23 April 2021 15:20

Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat atau dikenal sebagai OPM (Istimewa)

FAJAR.CO.ID, PAPUA — Upaya perjuangan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata untuk memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), rupanya banyak ditentang oleh warga Papua sendiri. Salah satunya Bupati Puncak Willem Wandik.

Ini karena perjuangan mereka dinilai melenceng dari apa yang mereka gaungkan.

Willem mempertanyakan perjuangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang berjuang untuk merdeka, tetapi warga bahkan keluarga sendiri ikut dibunuh.

“Berjuang apa yang kayak begini, kalian berjuang apa sebenarnya. Ini membuat kita yang di Papua dan bahkan dunia juga ikut bingung dengan perjuangan yang sekarang dilakukan ini,” ucap Bupati Willem Wandik pada kegiatan tatap muka Pemda Kabupaten Puncak dan TNI-Polri bersama masyarakat Kabupaten Puncak, terkait Situasi Kabupaten Puncak di Aula Negelar Pemda Puncak, Kampung Kimak, Distrik Ilaga, Kamis (22/4) dikutip dari Cendrawsih Pos (Jawa Pos Group).

Dalam pertemuan tersebut yang dibahas yakni terkait kejadian beberapa hari terakhir di Puncak. Mulai dari pembunuhan guru di Distrik Beoga, pembakaran gedung sekolah, penembakan tukang ojek di Kampung Eromaga dan pembunuhan anak sekolah bernama Ali Mom.

Willem mengatakan, seluruh Indonesia dan dunia sudah tahu bahwa daerah Puncak atau daerah pegunungan itu tidak aman, tempat sering terjadi pembunuhan. Sebagaimana yang sering terjadi selain kejadian yang dilakukan oleh KKB, ada juga masalah politik yang menimbulkan keributan serta kekacauan di Kabupaten Puncak.

Komentar