Pemerintah RI Dinilai Lambat Bertindak, Negara Lain Sudah Melarang Pelancong India Masuk

Jumat, 23 April 2021 15:02

ILUSTRASI. PSI meminta Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dan pihak terkait lain unt...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — India tengah dilanda gelombang kedua Corona. Berbeda dengan gelombang pertama, kali ini situasi di India sangat mengerikan.

Negara itu tak mampu mengendalikan pandemi sebelum akhirnya tragedi tsunami Covid-19 melanda. Lalu bagaimana dengan kesiapan Indonesia?

Parahnya, sebanyak 127 Warga Negara Asing (WNA) asal India merangsek masuk ke Indonesia menggunakan pesawat carter lengkap dengan Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas) ditengah terjadinya lonjakan kasus COVID-19 di negara tersebut.

Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Prof. Zubairi Djoerban sangat menyayangkan lemahnya pengawasan di pintu masuk, sehingga bisa kecolongan seperti ini.

“Mengapa butuh waktu lama untuk bertindak? Inggris, Singapura, dan beberapa negara sudah melarang pelancong India untuk masuk,” sorot Prof Zubairi lewat cuitannya di akun Twitter pribadinya, Jumat (23/4/2021).

Padahal, pemerintah jelas telah mencanangkan larangan mudik bagi seluruh rakyat Indonesia. Bahkan masa larangan mudik lebaran tahun ini telah diperluas selama H-14 peniadaan mudik (22 April-5 Mei 2021) dan H+7 peniadaan mudik (18 Mei-24 Mei 2021).

“Indonesia kan sudah melarang warganya untuk mudik. Ya harusnya juga melarang atau mengurangi dulu pelancong dari luar berkeliaran dengan bebas,” kritiknya tegas.

Lebih jauh Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Universitas Indonesia (UI) itu menuturkan, belum lama India dipuja-puji. Kasus hariannya turun jadi 20 ribu pada Februari lalu.

Komentar