Penyidik KPK Terima Suap, Politikus Demokrat Minta Firli Bahuri Mundur

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), AKP Stepanus Robin Pattuju terbukti melakukan pemerasan terhadap Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial.

Menurut Deputi Balitbang DPP Demokrat Yan Harahap, tindakan yang dilakukan oleh Robin ini sudah membuat malu lembagaanti rasuah.

Karena itu, didirnya meminta pucuk pimpinan di KPK Firli Bahuri ikut bertanggungjawab atas tindakan anak buahnya tersebut. Terlebih keduanya sama-sama berasal dari institusi kepolisian.

"Tak cukup hanya dengan minta maaf. Sebagai bentuk pertanggungjawaban atas ‘kelakuan’ anak buah, sebaiknya Anda juga mundur," kata Yan Harahap dikutip Fajar.co.id di akun Twitternya, Jumat (23/4/2021).

Pernyataan anak buah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu merespons permintaan maaf Ketua KPK Firli Bahuri atas tindakan penyidiknya yang menerima suap dalam penanganan perkara dugaan korupsi.

Sebelumnya, Ketua KPK Firli Bahuri meminta maaf kepada publik atas tindakan penyidiknya itu.

"KPK memohon maaf. Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh dan segenap anak bangsa karena ada kejadian seperti ini," ujar Firli dalam jumpa pers di Kantornya, Jakarta, Kamis (22/4/2021) malam.

Firli mengatakan pihaknya tak menoleransi segala bentuk penyimpangan yang dilakukan pegawainya. Menurutnya, lembaga antirasuah berkomitmen menindak para pegawai yang menyalahgunakan jabatannya.

"Kami ingin katakan komitmen KPK tidak pernah bergeser dan tidak menoleransi segala bentuk penyimpangan," ujarnya.

KPK sendiri telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan pemerasan terhadap Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial. Mereka ialah Syahrial, penyidik KPK dari Polri AKP Stepanus Robin Pattuju, dan pengacara Maskur Husain.

  • Bagikan