Pertemuan Penyidik KPK dengan Wali Kota Tanjungbalai, Azis Syamsuddin Disebut jadi Fasilitator

Jumat, 23 April 2021 09:00

Azis Syamsuddin

Stepanus dan Maskur lantas bersepakat untuk membuat komitmen dengan Syahrial. Komitmen itu berupa menyiapkan uang sebesar Rp1,5 miliar agar penyelidikan dugaan korupsi di Pemkot Tanjungbalai tidak ditindaklanjuti oleh KPK.

“MS menyetujui permintaan SRP dan MH tersebut dengan mentransfer uang secara bertahap sebanyak 59 kali melalui rekening bank milik RA (Riefka Amalia) teman dari saudara SRP dan juga MS memberikan uang secara tunai kepada SRP hingga total uang yang telah diterima SRP sebesar Rp1,3 miliar,” jelas Firli.

Pembukaan rekening bank oleh SRP dengan menggunakan nama Riefka Amalia disebut telah disiapkan atas inisiatif Maskur sejak Juli 2020.

“Setelah uang diterima, SRP kembali menegaskan kepada MS dengan jaminan kepastian bahwa penyelidikan dugaan korupsi di Pemerintah Kota Tanjung Balai tidak akan ditindaklanjuti oleh KPK,” beber Firli.

Dari uang yang telah diterima oleh Stepanus dari Syahrial itu, sebanyak Rp325 juta dan Rp200 juta diberikan kepada Maskur.

Selain itu, Maskur juga diduga menerima uang dari pihak lain sekitar Rp200 juta.

Begitu pula dengan Stepanus yang diduga menerima uang dari pihak lain melalui transfer rekening bank atas nama Riefla sebesar Rp438 juta dalam kurun Oktober 2020 sampai April 2021.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan seorang penyidiknya Stepanus Robin Pattuju, Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial, dan pengacara Maskur Husain sebagai tersangka.

Bagikan berita ini:
6
4
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar