Profil Penyidik KPK AKP Stepanus, Diduga Terima Suap Rp1,5 Miliar

Jumat, 23 April 2021 09:20

Ketua KPK Firli Bahuri menggelar jumpa pers di kantornya. Foto: Humas KPK

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial (MS) dan pengacaranya, Maskur Husain (MH), serta penyidik KPK asal kepolisian, Stepanus Robbin Pattuju (SRP), sebagai tersangka.

Ketiganya ditetapkan tersangka dugaan suap oleh penyelenggara negara terkait penanganan perkara Wali Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara Tahun 2020-2021.

Oknum penyidik KPK itu bersama pengacara Wali Kota Tanjungbalai sepakat untuk membuat komitmen agar penyelidikan dugaan korupsi di Pemerintah Kota Tanjungbalai tidak ditindaklanjuti oleh KPK. Kesepakatan itu dengan komitmen uang Rp1,5 miliar.

Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan SRP bergabung ke KPK sejak 1 April 2019. Hasil tes menunjukkan, kata Firli, di atas rata-rata.

“Potensi di atas rata-rata di atas 100 persen, yaitu di angka 111,41 persen. Hasil tes kompetensi di atas 91,89 persen. Artinya, secara persyaratan mekanisme rekrutmen tidak masalah,” urai Firli saat jumpa pers, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis malam.

Sebelum masuk ke KPK, SRP jabat Kepala Bagian Operasional Kepolisian Resor Halmahera Selatan, Maluku Utara. Ia bertugas di Halmahera Selatan selama empat bulan, dari April-Agustus 2019.

Sebelum di Halmahera Selatan, SRP merupakan alumnus Akademi Kepolisian Angkatan 2009 dan lebih banyak bertugas di Polda Maluku Utara.

Di Polda Maluku, jabatan terakhir SRP sebagai Komandan Kompi Pengendalian Massa Direktorat Samapta. (eds)

Bagikan berita ini:
7
6
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar