Soal Penangkapan Sabu-sabu di Bone, Granat: Ada yang Ganjil dari Keterangan BNN

Jumat, 23 April 2021 21:12

BNN merilis penungkapan sejumlah kasus narkoba, termasuk penangkapan di Bone. (IST)

FAJAR.CO.ID, BONE — Badan Narkotika Nasional (BNN) telah mengungkap sindikat narkoba yang diamankan di Pelabuhan Bajoe. Namun bagi Gerakan Anti Narkoba (Granat) Sulsel menilai ada yang ganjil daei keterangan yang disampaikan ke publik.

Dalam keterangan BNN bersama Bea Cukai mengamankan dua orang anggota jaringan sindikat narkoba berinisial AL dan JA yang menyelundupkan sabu seberat 95,6 Kg dengan menggunakan kapal pada 14 April 2021.

Keduanya membawa sabu tersebut dari Kalimantan menuju Sulawesi. Berdasarkan keterangan tersangka, sabu tersebut akan diserahkan kepada HJA dan MA di Pelabuhan Bajoe, Bone, Sulawesi Selatan pada tanggal 18 April 2021.

Usai serah terima sabu itu dilakukan, HJA dan MA yang mengendarai mobil pikap melaju kencang bahkan menabrak mobil petugas saat berusaha menghadang untuk melakukan pemeriksaan.

Namun setelah menabrak sebuah mobil, kedua tersangka melarikan diri dan diberikan tindakan tegas dan terukur. Dalam situasi tersebut, satu tersangka berinisial HJA dinyatakan tewas saat dibawa ke RS untuk dilakukan bantuan medis. Sementara itu tiga tersangka lainnya dibawa ke BNN RI untuk dimintai keterangan.

Ketua DPD Gerakan Anti Narkoba (Granat) Sulsel, Jamil Misbach menuturkan, ini barang katanya dari Kalimantan. Kalimantan mana itu, terus rutenya dimana?

“Biasanya rute Kalimantan, kalau bukan Makassar pasti Parepare. Dari Parepare ke Bajoe baru ke Kolaka. Nda mungkin kalau langsung ke Bajoe. Nda masuk di akal,” sebutnya kepada FAJAR Jumat (23/4/2021).

Bagikan berita ini:
3
9
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar