Semarak Ramadan dan Dialog Lintas Benua ala Diaspora Indonesia

Sabtu, 24 April 2021 22:53
Belum ada gambar

IST

FAJAR.CO.ID — Memasuki pertengahan bulan suci Ramadan ini, Jemaah Pengajian Illawara (JPI), sebuah organisasi nonformal yang mewadahi kegiatan umat Islam diaspora Indonesia, mengadakan acara semarak Ramadan bertajuk “Talkshow Antar Benua : Inspirasi Ramadhan & Potret Muslim di Berbagai Negara”.

Acara ini bekerja sama dengan Majelis Taklim Nurul Falah Politeknik AUP (Ahli Usaha Perikanan) Jakarta, Sabtu, 24 April 2021.

Acara berlangsung secara tatap muka di dua tempat, yakni di Bangalay, University Wollongong, Australia yang diikuti warga JPI dan di Kampus Politeknik AUP, Pasar Minggu, Jakarta, serta melalui jaringan virtual di berbagai wilayah di Indonesia dan negara-negara lainnya yang diikuti mahasiswa dan alumni politeknik dimaksud.

Dalam acara dialog ini diisi dengan lima orang pemateri yang berada di seluruh belahan dunia yakni Wahyu Nugroho, S.ST.Pi., M.Mar.Eng. di Arab Sudi, Hariono, S.ST.Pi. di Amerika Serikat, Hery Kurniawan, S.ST.Pi., MP., di Inggris, Muh. Azril, S.ST.Pi., di Belanda, Rifki Furqan, S.ST.Pi., M.Sc., di Jerman, dan, dr. Nurhira Abdul Kadir, MPH. di Australia.

Direktur Politeknik AUP Jakarta, Ilham, S.St.Pi., M.Sc., M.Aq., P.hD., menyampaikan bahwa beliau sangat mengapresiasi kerja sama yang terjalin antara Majelis Taklim Nurul Falah Politeknik AUP dengan pihak Jamaah Pengajian Illawarra – Australia ini. Beliau berharap kolaborasi-kolaborasi dalam hal kebaikan seperti acara yang dilaksanakan hari ini dapat terus ditumbuhkembangkan.

Pengalaman dan pengetahuan yang dibagi oleh para narasumber diharapkan dapat menambah wawasan dan menjadi motivasi bagi para taruna-taruni Politeknik AUP dan para peserta acara lainnya. Secara khusus beliau juga mengapresiasi inisiatif JPI untuk memberikan santunan paket data internet bagi taruna-taruni yang membutuhkan, guna membantu kelancaran perkuliahan online yang terpaksa harus mereka jalani di masa pandemi ini.

Nurhira Abdul Kadir, yang juga merupakan Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA) Ranting University of Wollongong, dalam pemaparannya mengatakan bahwa selain kebersamaan dan kesemarakan Ramadhan di negeri orang, kesan yang terasa adalah ketenangan beribadah sebab Wollongong begitu sepi di malam hari. Selepas jam 10 hampir tak ada lagi suara, penduduk rata rata mematikan lampu rumahnya sehingga suasana menjadi syahdu, sangat mendukung kekhusyukan beribadah.

Ketua JPI, Saeful Akhmad Tauladani, mengatakan bahwa acara ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi dan memperkuat persaudaraan antara warga Indonesia baik yang ada di Australia, Indonesia maupun yang ada di seluruh belahan dunia. Di mana saat ini terutama yang ada di luar negeri, tentu sangat merindukan bertemu dengan sesama warga Indonesia. Kegiatan ini pun sekaligus untuk menambah wawasan dan berbagi pengalaman selama menjalankan ibadah puasa Ramadan di masing-masing negara.

Kandidat doktor dalam bidang kebijakan dan pengelolaan perikanan yang juga dosen ini, menambahkan bahwa meskipun acara ini adalah kegiatan Ramadhan yang notabene merupakan kegiatan keislaman, hadir pula peserta acara dari kalangan selain pemeluk agama Islam. Keharmonisan ini diharapkan dapat senantiasa dipupuk dan dipertahankan dalam kehidupan kita berbangsa dan bernegara.

Kegiatan yang dilasanakan oleh JPI malam ini merupakan yang kedua dalam bulan Ramadan. Minggu lalu JPI bersama warga Indonesia berkesempatan menjadi panitia pelaksana sekaligus menjadi tuan rumah penyediaan buka puasa bersama di Masjid Omar Wollongong, yang dihadiri sekitar dua ratus orang jamaah. (rls)

Bagikan berita ini:
10
5
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar