Pengusaha Transportasi Sambut Positif Insentif pada Sektor Terdampak Larangan Mudik

Minggu, 25 April 2021 13:10

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pemerintah memastikan akan memberikan insentif bagi sektor usaha yang terdampak larangan mudik Lebaran 2021. Terutama sektor transportasi.

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sulsel, Zainal Abidin menyambut positif langkah pemerintah untuk memberikan insentif kepada sektor terdampak larangan mudik.

Zainal menegaskan, para pelaku usaha angkutan darat memahami kebijakan pemerintah melarang untuk mudik. Akan tetapi pihaknya meminta agar ada kompensasi dari larangan tersebut sebab jelas para pengusaha akan mengalami kerugian.

“Kita sambut baik dengan adanya bantuan seperti itu. Karena ini jelas banyak yang terdampak. Mulai pengusaha, supir, dan karyawan,” paparnya, Minggu (25/4/2021).

Pihaknya juga meminta agar pemerintah dapat memberikan kebijakan restrukrisasi agar pembayaran ke perbankan dapat ditunda dulu.

“Ini kan pengusaha jelas ada juga kewajiban pembayaran cicilan ke perbankan jalan terus, tapi usaha kita drop. Jadi kita minta ada intruksi agar ditunda dulu pembayaran (resrukturisasi),” usulnya.

Direktur Utama PT Borlindo Mandiri Jaya, Roy Sumule mengatakan, larangan mudik punya dampak besar bagi pendapatan mereka. Apalagi harus membayar operasional karyawan.

Pihaknya pun mengaku kaget dan bingung mendengar pemerintah memperpanjang jadwal larangan untuk mudik.

“Banyak yang kita harus bayar sebenarnya, operasional, sampai karyawan harus kita perhatikan. Kita jelas harapkan ada kompensasi seperti insentif dari pemerintah,” ungkap Roy.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan insentif yang akan diberikan telah dituangkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

Terkait dengan pengusaha transportasi dan ritel pemerintah sudah mengeluarkan melalui menteri keuangan terkait dengan insentif untuk menambahkan modal kerja bagi perusahaan-perusahaan yang terkena pandemi covid-19.

Insentif yang diberikan nantinya juga ditujukan untuk berbagai sektor ritel, kemudian hotel, restoran dan kafe. Adapun jenis insentif berupa tambahan fasilitas modal kerja.

Terutama di sektor ritel, hotel, restoran dan kafe di mana akan dapat tambahan fasilitas modal kerja dan bisa restrukturisasi tiga tahun. (endra/fajar)

Bagikan berita ini:
9
4
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar