Bunuh Istri, Jony Sempat Bikin Laporan Palsu ke Polisi

Senin, 26 April 2021 09:57
Bunuh Istri, Jony Sempat Bikin Laporan Palsu ke Polisi

GELAP MATA: Tersangka Jony Pranoto (duduk depan) dan barang bukti pembunuhan yang diamankan polisi. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

FAJAR.CO.ID, SURABAYA – Pembunuhan terhadap Putri Ima Camelia Sandy, 26, oleh suaminya, Jony Pranoto Kasum, 27, di kamar indekos di Jalan Gayungan VII, Surabaya, mengungkap fakta baru. Tersangka Jony ternyata sempat membuat laporan palsu ke Polsek Gayungan yang menyebut istrinya hilang.

Seperti diberitakan, Jony membunuh istrinya, Putri Ima, pada Senin (19/4) malam seusai cekcok masalah rumah tangga. Jony naik pitam karena merasa dilecehkan sang istri. Tersangka lalu mencekik sang istri dan menyembunyikan jasadnya di dalam kamar kos diketahui anak dan orang tuanya yang juga kos di depan kamar mereka.

Setelah membuang jasad korban, Rabu (21/4) siang di lahan parkir sekitar Masjid Al Akbar, Gayungan, Jony langsung melapor ke polisi, Kamis (22/4) siang, jika istrinya hilang. “Tersangka melaporkan korban hilang. Untuk meyakinkan, laporan polisi ini diberikan ke orang tua korban atau mertuanya,” kata Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Oki Ahadian, Minggu (25/4).

Untuk menghilangkan jejak, tersangka juga membuang kartu ATM dan bukti lain terkait istrinya ke atas genteng. Agar alibi bahwa korban hilang semakin meyakinkan.

Bahkan, teman kerja korban juga sempat memposting hilangnya Putri Ima ke media sosial (medsos) dan melaporkan ke salah satu radio. Hingga akhirnya jasad korban ditemukan dalam kondisi dibungkus karung dan kasur di lokasi lahan parkir di samping kantor PWNU Jatim.

Oki mengungkapkan, tersangka Jony membuang korban dengan meminjam sepeda motor roda tiga milik tetangganya. Peminjaman itu diizinkan dengan syarat harus dengan karyawannya. Namun agar tidak ketahuan membuang mayat, tersangka meminta karyawan tersebut menunggu di sebuah warung.

Kemudian ia meminta bantuan tetangganya yang kebetulan melintas di dekat kamar kosnya untuk mengangkat jasad sang istri. “Tetangga yang diminta tolong mengangkat jasad korban ini sempat mengeluh bau busuk. Namun, akhirnya ikut mengangkat,” katanya.

Cekcok korban dan tersangka diketahui terjadi sejak tiga tahun lalu. Meledaknya emosi tersangka saat istrinya selalu menolak diminta menjaga anak semata wayangnya saat pulang kerja. Bahkan, sang istri tega melontarkan kata-kata kasar ke suaminya,

Kata-kata sang istri inilah yang membuat tersangka naik pitam. “Pengakuannya karena penghasilan korban lebih besar, sehingga korban tidak menghormati tersangka sebagai suaminya,” ujar Oki. (gun/jay)

(sb/gun/jay/JPR)

Bagikan berita ini:
10
1
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar