Penyuap Juliari P Batubara Sudah Dimintai Fee Sejak Covid-19 Masuk Indonesia

Senin, 26 April 2021 17:13
Penyuap Juliari P Batubara Sudah Dimintai Fee Sejak Covid-19 Masuk Indonesia

Mantan Menteri Sosial Juliari P Batubara usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Minggu (6/12/2020). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Menteri Sosial Juliari Batubara selama 20 hari untuk kepentingan pemeriksaan kasus korupsi dana bantuan sosial (bansos) Covid-19. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

Ardian lantas meminta Majelis Hakim untuk memutus perkara dugaan suap pengadaan bansos yang menjeratnya dengan putusan yang adil. “Majelis Hakim Yang Mulia, yang memeriksa dan mengadili perkara saya ini akan membuat keputusan yang seadil-adilnya dengan penuh kearifan sebagai wakil Tuhan di dalam forum pengadilan yang mulia ini,” harap Ardian.

Ardian pun menyesali perbuatan yang telah dilakukannya. Dia mengklaim, mulanya mempunyai niat yang baik untuk membantu karyawan dan juga ratusan karyawan harian lepas.

Sehingga karyawan dapat tetap bekerja dan mendapatkan penghasilan untuk menafkahi keluarganya ditengah pandemi Covid -19. Tetapi akibat mengikuti perintah broker bansos terseret masuk dalam pusaran tindak pidana korupsi.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Ardian Iskandar Maddanatja dengan hukuman penjara empat tahun pidana penjara dan denda Rp 100 juta subsider empat bulan kurungan oleh jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ardian diyakini terbukti bersalah memberikan suap kepada mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara.

Bagikan berita ini:
6
2
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar