Berharap Ada Mukjizat untuk Kru KRI Nanggala

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, SURABAYA -- Berda Asmara, istri Serda (Mes) Guntur Ari Prasetya, yang gugur dalam tugas bersama 52 awak KRI Nanggala-402 di perairan Bali Utara, tercatat sebagai salah satu dosen di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa). Karena itu, keluarga besar Unusa menggelar salat gaib dan doa bersama untuk mendoakan seluruh kru KRI Nanggala-402, kemarin.

Ditemui wartawan, Berda Asmara tampak tegar meski sering menundukkan kepala sembari mengusap air mata. Dosen PG-PAUD Unusa itu duduk di deretan saf perempuan dan khusuk berdoa untuk suaminya dan seluruh awak kapal selam KRI Nanggala-402 yang belum ditemukan jasanya hingga kini.

Berda Asmara mengatakan, dirinya ingin mengetahui kabar lebih lanjut dari seluruh kru KRI Nanggala 402 yang dikabarkan terbelah menjadi tiga bagian. ”Semoga hari ini ada kabar baik setelah kabar kemarin yang disampaikan Bapak Panglima TNI mengenai kapal yang terbelah jadi tiga,” katanya.

Dia juga berharap KRI Nanggala 402 bisa terangkat. Juga, ada mukjizat untuk seluruh awak kapal. ”Semoga ada mukjizat dari Allah dan seluruh awak kapal bisa terselamatkan,” harapnya.

Sementara itu, Rektor Unusa Achmad Jazidie menyatakan, pihaknya turut berdukacita atas tenggelamnya KRI Nanggala 402 bersama 53 kru. Salat gaib dan tahlil bersama diselenggarakan karena salah satu awak kapal selam merupakan suami Berda, dosen Unusa.

”Kita bersama berdoa mudah-mudahan Bapak Guntur diampuni segala dosa dan kesalahan. Mendapatkan tempat yang terbaik dan terindah di sisi Allah SWT. Dengan rahmat Allah, para almarhum mendapatkan surga, aamiin! Keluarga yang ditinggalkan, khususnya keluarga Bu Berda, senantiasa diberikan kekuatan, kesabaran, ketabahan untuk menjalani hidup selanjutnya,” katanya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan